fbpx

Janin Terlilit Tali Pusar Saat Dalam Kandungan, Apakah Membahayakan ?

Janin Terlilit Tali Pusar Saat Dalam Kandungan, Apakah Membahayakan ?
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Salah satu jenis komplikasi yang umum terjadi saat persalinan yaitu janin terlilit tali pusar atau nuchal cord.

Kondisi ini sepertinya sangat jarang menimbulkan masalah kesehatan pada janin Anda. Meski begitu, lilitan tali pusar pada leher juga bisa mengancam jiwanya, walau jarang terjadi. Tali pusar membentang dari lubang di perut janin hingga ke plasenta.

Selama di dalam kandungan, tali pusar merupakan penghubung antara janin dengan ibu seperti membawa pasokan oksigen dan nutrisi dari plasenta ke aliran darah janin. Panjang tali pusar rata-rata sekitar 50 cm. Karena janin terlalu aktif bergerak, tali pusar tersebut dapat melilit  360 derajat pada leher janin.

Sebenarnya, apa saja yang menyebabkan janin jadi terlilit tali pusar saat dalam kandungan? Jika ini terjadi pada janin Anda, apakah ada gejala yang bisa dirasakan? Yuk cari tahu untuk jawabannya pada ulasan berikut ini.

Apakah Janin Yang Terlilit Tali Pusar Berbahaya?

Pada umumnya, lilitan tali pusar saat masih dalam kandungan mungkin tidak begitu berbahaya. Dalam kandungan, tali pusar terus mengapung dalam cairan ketuban. Karena terus bergerak, tali pusar yang mengelilingi janin dapat melonggar. Sehingga, mudah terlepas sebelum bayi dilahirkan atau saat persalinan.

Selain itu, tali pusar juga dilindungi oleh selaput lendir yang disebut jelly Wharton. Selaput lendir ini dapat mencegah tali pusar yang terlalu menekan pembuluh darah janin saat ia aktif bergerak.

Adanya masalah pada tali pusar saat kehamilan bisa mengganggu asupan nutrisi dan oksigen yang diterima janin apabila lilitannya terlalu kencang. Ketika janin tidak bisa mendapatkan cukup nutrisi, proses tumbuh kembangnya bisa terganggu.

Kondisi ini juga bisa menyebabkan komplikasi seperti penurunan denyut jantung, prolaps tali pusar (tali pusar lebih dulu keluar dari vagina sebelum bayi terlihat), dan gangguan fisik bayi seperti kulit keriput, atau warna kulitnya berubah merah keunguan.

Apa Yang Menyebabkan Janin Terlilit Tali Pusar?

Penyebab utama janin terlilit tali pusar adalah gerakannya yang terlalu aktif saat dalam kandungan. Bukan disebabkan oleh aktivitas yang dilakukan sang ibu. Saat janin bergerak aktif di dalam kandung, tali pusar yang panjang bisa melilit tubuhnya.

Namun, ada juga penyebab lain yang bisa menyebabkan janin terlilit tali pusar, seperti:

  • Tali pusar terlalu panjang. Normalnya, panjang tali pusar janin adalah 50 sampai 60 cm. Namun, ada juga yang memiliki tali pusar lebih panjang hingga 80 cm. Tali pusar yang terlalu panjang ini berisiko melilit janin, bahkan lebih dari satu lilitan.
  • Memiliki bayi kembar. Bayi kembar dua atau lebih memiliki tali pusar yang berbeda. Tali pusar tersebut bisa kusut dan membelit janin.
  • Struktur tali pusar yang lemah atau buruk. Tali pusar yang sehat bisa berubah ukuran (elastis) sehingga tidak membahayakan janin saat ia bergerak aktif. Namun, bila strukturnya lemah atau buruk, tali pusar kemungkinan jadi kurang elastis sehingga dapat melilit janin terlalu kuat.

Apakah Ada Tandanya Pada Janin Terlilit Tali Pusar?

Pada umumnya tidak akan merasakan perubahan atau gejala apa pun pada tubuhnya apabila janin terlilit tali pusar. Nuchal chord hanya bisa dilihat saat melalui pemeriksaan USG. Namun, mengamati pergerakan janin di dalam kandungan juga bisa memberi tanda terjadinya nuchal cord, misalnya bayi yang aktif bergerak menjadi lebih lambat menjelang persalinan.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi ini, Anda harus rutin memeriksakan kehamilan Anda ke dokter. Namun, Anda tidak perlu khawatir, selama tali pusar tidak melilit terlalu kuat, Anda masih bisa melahirkan secara normal. Jika, lilitan tali pusar berisiko membahayakan janin, maka dokter akan merekomendasikan Anda untuk melahirkan buah hati lewat jalur caesar.

 

Baca Juga :

Inilah Perkembangan Janin Pada Setiap Bulan Selama Kehamilan

Inilah Perubahan Yang Terjadi Pada Wanita Ketika Sudah Menstruasi

Waspadai, Tanda-Tanda Bahaya Di Kehamilan Trimester Ketiga

Comments
1. Naluri ke ibuan menjadi lebih peka

Seorang ahli gizi lulusan tahun 2008. Lewat artikel, senang membantu mereka yang sedang mengatasi masalah kesehatannya.