RKpx 4617 : 0 - 0 - 0 - 0 Janin Hilang Di Makan Jin, Benarkah? Simak Penjelasanya

Janin Hilang Di Makan Jin, Benarkah? Simak Penjelasanya

bunda-jadi-sering-badmood-pada-saat-hamil-apa-yang-harus-pak-suami-lakukan
Bagikan via Whatsapp!

Rahasia Kesuburan -

inilah-jenis-mioma-yang-dapat-menyebabkan-bunda-sulit-hamil

Sobat RK, pernah dengar isu saat hamil  setelah beberapa bulan diperiksa oleh dokter kandungan ataupun bidan, hasilnya tidak ada janin dalam kandungannya. Sontak ayah-bunda pasti kaget dan masyarakat bilang sih “ini si dedenya dimakan jin”. Namun, benarkah janin tersebut dimakan oleh jin? yuk simak penjelasan ilmiahnya.

Kehamilan selalu menjadi suatu moment yang didambakan oleh banyak pasangan yang sudah menikah.  Namun, upaya menghadirkan sosok sang buah hati tidak hanya sebatas pada upaya untuk cepat hamil saja. Masa kehamilan juga merupakan salah suatu periode kritis untuk tumbuh kembang sang buah hati agar bisa hadir bersama kita.  Oleh karena itu, penting untuk ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan agar tumbuh kembang sang buah hati selama di kandungan dalam keadaan sehat. Namun, cukup banyak hal yang terjadi di masyarakat, yaitu fenomena hilangnya janin pemeriksaan ibu hamil di awal trimester 3. Lalu, kemana hilangnya janin tersebut? Benarkah ulah jin atau mahluk mitosnya lainnya yang memakan janin tersebut?

Secara ilmiah tentunya istilah “janin hilang di makan jin” adalah hal yang tidak bisa dijelaskan secara logika atau sebatas mitos semata. Ada dua kemungkinan kejadian ini bisa terjadi, yaitu sang ibu mungkin mengalami kondisi  pseudocyesis dan blighted ovum. Mari kita ulas apa sih perbedaan kedua kondisi ini?

kebiasaan-kebiasaan-buruk-yang-mempengaruhi-munculnya-alergi-pada-vagina

Pertama, Pseudocyesis

Kondisi ini dikenal dengan istilah kehamilan palsu yang merupakan keyakinan bahwa seorang wanita mengharapkan bayi ketika ia tidak benar-benar mengandung. Ia percaya dirinya hamil, mengalami gejala-gejala seperti tanda-tanda umum kehamilan tetapi dirinya memang tidak sedang hamil dan tidak pernah ada janin dalam kandungannya. Jadi tidak bisa dikatakan dirinya alami keguguran tetapi gejala umum kehamilan dapat bertahan cukup lama untuk membuat seorang wanita, dan bahkan orang di sekitarnya, percaya bahwa dirinya hamil.

Baca juga:  Keguguran Tanpa Kuret Atau Dengan Kuret? Apa Bedanya ?

Meskipun penyebab pseudocyesis belum diketahui, tetapi dokter menduga bahwa faktor psikologis yang kuat mungkin mengelabui tubuh untuk “berpikir” bahwa kehamilan memang terjadi. Hal ini bisa terjadi apabila seorang wanita merasakan keinginan atau bahkan ketakutan yang kuat akan kehamilan. Hal yang terjadi pada kondisi ini adalah kesalahan otak dalam menginterpretasikan sinyal sebagai kehamilan.  Dan ini memicu pelepasan hormon, seperti estrogen dan prolaktin, yang dapat menyebabkan gejala kehamilan yang sebenarnya. Padahal dirinya tidak hamil, tetapi bisa saja hasil test packnya positif. Oleh karena itu, penting untuk ibu hamil melakukan pemeriksaan USG setelah dirinya diketahui sudah memperoleh hasil test packnya positif agar ketahuan apakah kehamilannya ini ada janinnya atau ini kehamilan palsu?

 

Kedua, Blighted Ovum

Kondisi ini akrab dikenal dalam istilah kehamilan kosong dimana pada kehamilan ini sang embrio tidak berkembang. Mengapa ibu hamil bisa mengalami blighted ovum? kebanyakan kasus ini  terjadi akibat kelainan kromosom. Kelainan ini terjadi karena pembelahan sel yang tidak sempurna. Selain itu, kualitas sel telur dan sperma yang buruk juga dapat memicu terjadinya kasus blighted ovum . Jadi saat bunda alami hal ini,  sebenarnya pembuahan (pertemuan sel telur dan sel sperma) tetap terjadi, tapi hasil pembuahan ini tidak dapat berkembang menjadi embrio.

Sehingga bisa jadi bukan “janin hilang dimakan jin” tetapi sang ibu bisa alami kondisi ini. Biasanya, kondisi ini merupakan salah satu penyebab terjadinya keguguran pada trimester pertama kehamilan. Banyak ibu hamil yang tidak tahu sebenarnya dirinya mengalami ini karena merasa dirinya baik-baik saja dan hasil test packnya positif. Namun, bisa juga si ibu hamil ini merasa kehamilannya normal karena merasakan gejala seperti ibu hamil pada umumnya.  Padahal kondisi ini baru dapat diketahui setelah melakukan USG menjelang akhir trimester 1. Oleh karena itu, penting untuk ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan agar benar-benar memastikan janin dapat tumbuh kembang dengan sehat.  Jadi bukan karena “janin hilang dimakan jin” yah sobat RK.

Baca juga:  Kehamilan Kosong : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya