RKpx 3215 : 0 - 0 - 0 - 0 Ganja dan Pengaruhnya Terhadap Daya Ingat | Rahasia Kesuburan

Ganja dan Pengaruhnya Terhadap Daya Ingat

ganja-dan-pengaruhnya-terhadap-daya-ingat
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Sejak dulu, ganja sudah dijadikan tanaman narkoba golongan 1 yang di tetapkan oleh UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Akan tetapi, tanaman ini juga memiliki banyak manfaat dalam segi kesehatan dan sudah digunakan oleh kedokteran luar negeri sebagai obat. Lalu, bagaimana ganja bisa memengaruhi ingatan manusia?

Ganja atau marijuana (Cannabis sativa) adalah obat depresan yang dapat mempengaruhi sistem saraf dan merubah suasana hati seseorang. Salah satu senyawa utama yang terkandung di dalam Cannabis sativa adalah tetrahydrocannabinol (THC). Senyawa ini memiliki sifat psikoaktif, dikenal dapat mempengaruhi semua aspek kemampuan memori dalam otak, namun tidak mempengaruhi ingatan memori yang sudah terekam dalam otak (Anindhita 2017).

Pengaruh Ganja Terhadap Memori Jangka Pendek (Short Term Memory)

Atkinson et al. (1968) berpendapat bahwa memori jangka pendek adalah bagian di mana pemrosesan seperti aritmatika mental dilakukan. Short Term Memory (STM) merupakan suatu sistem penyimpanan yang bersifat sementara ketika seseorang sedang melakukan tugas-tugas kognitif. Memori jangka pendek memiliki kapasitas terbatas. Secara umum, kapasitas seseorang dalam menyimpan informasi di STM dalam satu waktu adalah tujuh informasi (Wade dan Travis 2008).

Umumnya, penghisap ganja memiliki reputasi buruk karena pelupa. Para ilmuwan dari Northwestern University menemukan bahwa para mantan penikmat marijuana mengalami kelainan otak terkait dengan memori jangka pendek. Selain itu, memiliki kinerja di bawah rata-rata, terutama dengan tugas yang berkaitan dengan memori. Mungkin, penemuan yang paling meresahkan dari penelitian ini adalah bahwa otak pemakai ganja menjadi tidak normal dan tampak mirip dengan otak penderita Skizofrenia.

Anindhita (2017) meneliti bahwa efek yang paling jelas yang ditimbulkan oleh senyawa THC adalah gangguan memori jangka pendek. Ini artinya otak akan lebih sulit merekam sesuatu jika sedang dalam pengaruh THC. Selain itu, dapat mengganggu proses konsolidasi ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang, sehingga cenderung sulit untuk mengingat apa yang terjadi selama dalam pengaruh THC.

Baca juga:  Advertorial : Waspada Insomnia, Inilah Penjelasan Ilmiahnya Untuk Anda !

Namun, para peneliti juga percaya bahwa endocannabinoid (sistem alami biologi dalam tubuh yang mirip dengan senyawa THC) berfungsi sebagai pengatur pembentukan memori. Secara khusus, endocannabinoid berfungsi seperti layaknya filter. Sistem ini mencegah otak dari kelebihan beban dengan kenangan yang tidak relevan maupun tidak berguna. Ini artinya, otak dalam pengaruh THC masih mampu untuk mengingat sesuatu yang penting, namun tidak dengan hal-hal yang dinilai tidak begitu penting.

Pengaruh Ganja Sebagai Obat Depresan

Selain memiliki efek samping pada memori jangka pendek, THC ternyata juga dapat membantu beberapa orang untuk melupakan kenangan buruk. Bahkan, suatu penelitian menunjukkan bahwa sistem endocannabinoid berperan langsung dalam hilangnya ingatan tentang kenangan buruk. Dengan bekerja pada sistem endocannabinoid, THC diyakini mengakibatkan hal tersebut terjadi (Putri 2012).

Hasilnya, THC diyakini sebagai obat yang menjanjikan untuk mengatasi masalah gangguan kecemasan berlebih, seperti gangguan stres pasca trauma atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Para ahli juga percaya bahwa ganja dapat membantu mereka yang menderita PTSD untuk mengatasi kenangan traumatis dengan meningkatkan kemampuan mereka untuk melupakan kejadian buruk yang mereka alami (Putri 2012).

Dosis, Toleransi, dan Jangka Panjang Penggunaan Ganja

Tampaknya, efek THC pada memori tergantung pada dosis pemakaian. Semakin besar dosis penggunaan THC, maka dampaknya terhadap otak pun akan lebih parah (Hariaji 2017). Tetapi, ada juga penelitian yang menyatakan bahwa pengguna ganja rutin akan lebih toleran terhadap ganja dan dampaknya, bahkan kurang terlihatnya gangguan berat pada pengguna ganja kronis. Hal ini mungkin disebabkan karena toleransi yang terus berkembang pada pengguna ganja kronis.

Penelitian yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa cannabidiol (CBD) dapat mengurangi efek negatif dari THC dalam masalah gangguan memori. Namun, penelitian yang ada belum cukup untuk menyatakan apakah hal tersebut adalah benar. Juga, gangguan memori ini bersifat tidak permanen. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa fungsi memori pada pengguna jangka panjang kembali normal setelah berhenti menggunakan ganja.

Baca juga:  Amankah, Berpuasa Saat Hamil ? 7 Tips Yang Harus Diperhatikan Ibu Hamil !

Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan ganja melebihi dosis yang ditentukan dapat mengganggu memori jangka pendek. Di samping itu, tanaman ini dapat membantu penderita PTSD mampu melupakan kejadian buruk yang pernah dialami.

Penulis : Rahman Pranovri Putra (UIN Imam Bonjol)

Comments

Seorang Ahli Gizi yang memiliki minat besar terhadap menulis dan ingin berbagi informasi seputar gizi dan kesehatan. Sangat menyukai pepatah ini, ‘Whatever you are, be a good one’.