"> Waspada ! Ternyata PCOS Bisa Beresiko Terhadap Penyakit Lain

Waspada ! Ternyata PCOS Bisa Berisiko Terhadap Penyakit Lain

Waspada ! Ternyata PCOS Bisa Beresiko Terhadap Penyakit Lain
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) atau biasa disebut Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan endokrin yang paling umum yang menyerang wanita usia reproduksi.

Kondisi ini menyebabkan terganggunya proses ovulasi masa subur wanita akibat dari adanya gangguan fungsi organ ovarium. Selain itu, penyakit ini juga ditandai dengan wanita yang memiliki kadar hormon laki-laki (androgen) yang lebih tinggi. Sehingga, dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi wanita terutama hormon estrogen.

Selanjutnya, jika diabaikan hal ini dapat mengakibatkan kemungkinan tumbuhnya kista di ovarium atau membentuk folikel yang belum matang sehingga, tidak dapat menghasilkan sel telur yang matang. Keadaan inilah yang akhirnya berdampak permasalahan kesuburan pada wanita. Bahkan, PCOS ini mempengaruhi 5-10% penyebab utama infertilitas pada wanita di Amerika Utara.

Apakah PCOS Dapat Menyebabkan Terserang Penyakit Lain?

PCOS ditandai hormon laki-laki (androgen) yang lebih dominan. Dampak yang ditimbulkan yaitu turunnya kadar globulin pengikat-hormon bercinta (SHBG) sehingga, dapat menyebabkan naiknya aktivitas hormon testosteron (hormon yang seharusnya lebih dominan untuk tubuh pria). Selain itu, kadar hormon lutein dan prolaktin juga meningkat dimana ketidakseimbangan ini dapat mengganggu kerja ovarium.

Penelitian Endocrine Society’s mengulas bahwa PCOS bisa berisiko menyebabkan seorang wanita mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak mengalami menstruasi, infertilitas, penambahan berat badan, jerawat, kelebihan rambut tubuh, baik di wajah maupun tubuh. Selain itu, wanita dengan PCOS juga akan menghadapi risiko lebih tinggi terkena masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes.

Bagaimana Seorang Wanita PCOS Berisiko Terkena Gangguan Kesehatan Lainnya?

Mayoritas wanita dengan PCOS memiliki masalah dengan berat badan. Sehingga, para peneliti melihat hubungan antara PCOS dan kemampuan tubuh untuk efektif menggunakan hormon insulin. Hal ini karena PCOS mengakibatkan peningkatan resistensi insulin, intoleransi glukosa, gangguan metabolisme glukosa, peningkatan profil lipid, tekanan darah tinggi, perubahan suasana hati, dan mudah marah.

Baca juga:  Sifilis : Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Gangguan ini memiliki kapasitas berkurangnya metabolisme insulin dan glukosa di dalam tubuh. Pankreas bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin, tetapi insulin tidak dapat melakukan tugasnya mengangkut glukosa (gula) ke dalam sel, karena ketidakseimbangan hormon atau terlalu banyak sel lemak. Kelebihan insulin dalam darah menyebabkan kelebihan glukosa dalam darah dan menetapkan kondisi ini sebagai keadaan pra-diabetes dan kegemukan. Jika tidak diobati, PCOS dapat menyebabkan obesitas, penyakit jantung, diabetes, perlemakan hati non-alkoholik dan beberapa jenis kanker.

Lalu, Bagaimana Resisten Insulin Kembali Berpengaruh Dengan Infertilitas?

Insulin merupakan hormon yang mengatur perubahan gula, pati dan makanan lainnya menjadi energi. Kelebihan insulin didalam tubuh dapat mengakibatkan peningkatan hormon pria yang menyebabkan jerawat, pertumbuhan rambut yang berlebihan, berat badan dan masalah ovulasi.

Selain itu, insulin menghalangi hati memproduksi hormon bercinta globulin pengikat-hormon. Tingkat insulin yang tinggi di dalam darah memperkuat SHBG pada semua sel sehingga menyebabkan naiknya aktivitas testosteron. Oleh sebab itu, pada level tertentu tingginya kadar insulin merangsang indung telur untuk memproduksi androgen secara berlebihan. Dimana, kelebihan androgen dapat menyebabkan folikel berkembang terlalu cepat dan kemudian menutup sebelum mematangkan sel telur.

 

Baca Juga :

5 Jenis Makanan Yang Harus Dikonsumsi Oleh Penderita PCOS

Apakah Wanita Yang Menderita PCOS Tetap Bisa Hamil?

Hal Yang Perlu Anda Ketahui Perbedaan Miom Dan Kista, Serta Cara Menanganinya

Comments