RKpx NeuvenpxSeagoldpxMixedfruitpx3607 : 0 - 1 - 0 - 1 Riwayat Plasenta Previa, Apakah Bisa Melahirkan Normal?

Punya Riwayat Plasenta Previa, Bisakah Lahiran Normal?

riwayat-plasenta-previa-apakah-bisa-melahirkan-normal
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Melahirkan secara normal adalah harapan bagi semua para Ibu. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil tidak dapat melakukan persalinan secara normal. Salah satunya memiliki riwayat plasenta previa. Apa sebenarnya plasenta previa ini? Bagaimana bisa kondisi tersebut memengaruhi proses persalinanan? Berikut penjelasannya.

Plasenta previa merupakan suatu kondisi di mana posisi ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir saat proses persalinan. Plasenta adalah organ yang terbentuk dan berkembang selama kehamilan untuk :

  1. Menyalurkan zat gizi dan oksigen ke janin;
  2. Produksi hormon-hormon kehamilan;
  3. Melindungi janin dari ancaman benturan dari luar;
  4. Sebagai jalan dibuangnya zat-zat yang tidak berguna di tubuh janin melalui urin dan feses ibu.

Normalnya, posisi plasenta memang di bawah rahim, tapi seiring perkembangannya, plasenta akan berpindah ke atas rahim, sehingga tidak menutupi jalan lahir. Pada kasus ini, plasenta stay di bawah rahim dan tidak berpindah ke atas. Jika menjelang lahiran plasenta previa ini masih terjadi, maka ibu dapat mengalami komplikasi pada saat proses persalinan, seperti perdarahan dan kelainan posisi janin.

Penyebab plasenta previa.

Menurut Maesaroh dan Oktarina (2016) dalam  Jurnal Ilmu Kesehatan, penyebab plasenta previa dapat disebabkan oleh :

  1. Usia, kehamilan yang terjadi saat usia <20 tahun kondisi rahim masih belum sempurna untuk pembentukan plasenta atau kehamilan saat usia >35 tahun kondisi rahim sudah tidak subur lagi.
  2. Paritas yang terlalu tinggi, sehingga tidak memberikan kesempatan uterus untuk tumbuh dan berkembang.
  3. Riwayat keguguran, karena pembuluh darah kurang terbentuk dan perubahan jaringan rahim akibat proses persalinan lampau, sehingga aliran darah ke plasenta tidak cukup dan memperluas permukaannya. Akibatnya, menutupi jalan lahir.
  4. Riwayat plasenta previa pada kehamilan sebelumnya.
Baca juga:  5 Cara Menghitung Usia Kehamilan Tepat dan Akurat

Komplikasi plasenta previa.

Dikutip dari Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, plasenta previa yang tidak ditangani dengan segera dapat menyebabkan perdarahan anterpartum, yaitu perdarahan yang terjadi sebelum masa persalinan. Pada usia kehamilan bulan ke-8, ibu dapat mengalami perdarahan pada rahim yang keluar melalui vagina tanpa adanya rasa nyeri. Darah yang keluar berasal dari bagian rahim yang sobek ketika plasenta terlepas dari dinding uterus. Perdarahan ini sulit dihindari karena kemampuan otot bawah rahim sudah tidak mampu menghentikan perdarahan dibandingkan saat posisi plasenta normal.

Cara mengatasi plasenta previa.

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami plasenta previa atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan langsung ke dokter. Umumnya, dokter akan melakukan USG transvaginal, USG panggul, dan MRI (magnetic resonance imaging) untuk melihat kondisi rahim dan posisi plasenta dengan jelas. Pengobatan plasenta bertujuan mencegah perdarahan menjadi lebih parah. Biasanya, pengobatan diberikan berdasarkan kesehatan ibu dan janin, posisi ari-ari, usia kehamilan, dan tingkat perdarahan. Ibu hamil juga bisa mencegah kasus ini terjadi dengan cara tidak melakukan aktivitas berat, konsumsi makanan bergizi, hindari aktivitas seksual, dan selalu cek kondisi kehamilan secara rutin ke dokter.

Lalu, apakah ibu hamil dengan plasenta previa bisa melahirkan normal?

Ibu hamil yang memiliki riwayat plasenta previa masih memiliki kesempatan untuk bisa melahirkan secara normal. Asalkan, kondisi plasenta previanya hilang atau plasenta bergeser menjauhi jalan lahir. Umumnya, jarak plasenta dari jalan lahir minimal 5 cm agar dapat melahirkan normal. Namun, ibu hamil tidak boleh memaksakan harus melakukan persalinan normal, sebab dapat membahayakan ibu dan janin nantinya. Jika posisi plasenta sudah menutupi seluruh jalan lahir, maka prosedur sesar adalah cara terbaik untuk menghindari komplikasi perdarahan hebat selama proses persalinan.

Baca juga:  Punya Mr P Kecil ? Jangan Khawatir, Cobalah Posisi Ini Agar Penetrasi Lebih Dalam

 

Baca Juga :

Kenali Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Kehamilan Kosong : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Sindrom MRKH : Wanita Lahir Tanpa Rahim

Comments