RKpx 4264 : 0 - 0 - 0 - 0 Perbedaan Efektivitas Masker untuk Mencegah Paparan Virus Covid-19

Perbedaan Efektivitas Jenis Masker untuk Mencegah Paparan Covid-19

kenali-perbedaan-efektivitas-jenis-masker-untuk-mencegah-paparan-covid-19
Bagikan via Whatsapp!

Rahasia Kesuburan -

Hampir semua masyarakat Indonesia sudah paham dengan istilah 3M. Menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker. Pandemi Covid-19 pun semakin bertambah kasusnya di Indonesia hari demi hari. Banyak juga berbagai jenis masker yang dibuat agar masyarakat bisa menggunakannya untuk pencegahan virus Covid-19.

Semakin banyaknya jenis masker, maka kita harus semakin bijak juga dalam memilih kualitas masker yang akan kita pakai sehari-hari. Saat ini, terdapat 4 jenis masker yang dijual. Namun, tetap saya keenam masker tersebut memiliki efektivitas yang berbeda. Yuk, cari tahu perbedaan efektivitas jenis masker untuk mencegah paparan virus covid-19 agar Anda tidak salah dalam memilihnya!

Sebelumnya, kita harus memahami jenis masker yang wajib dipakai untuk beberapa kondisi atau tempat.

Penggunaan masker medis dan nonmedis berdasarkan situasi atau tempat

jenis-masker-menurut-world-health-organization

Menurut dokumen panduan interim yang dipublikasikan oleh World Health Organization (Organisasi Kesehatan Dunia) pada 5 Juni 2020, terdapat beberapa kondisi atau tempat di mana masyarakat perlu didorong untuk menggunakan masker medis dan nonmedis di wilayah yang diketahui atau dicurigai terjadinya transmisi komunitas.

1. Situasi/Tempat: Wilayah di mana diketahui atau dicurigai terjadi penularan meluas dan kapasitas terbatas atau tidak ada kapasitas untuk menerapkan langkah langkah penanggulangan lain seperti penjagaan jarak fisik, pelacakan kontak, tes, isolasi, dan perawatan untuk kasus suspect, dan terkonfirmasi.

  • Kelompok: Masyarakat umum di tempat-tempat umum seperti tempat perbelanjaan, tempat kerja, perkumpulan sosial, perkumpulan massal, tempat tertutup seperti sekolah, gereja, masjid, dll.
  • Tujuan penggunaan masker: Kemungkinan manfaat pengendalian sumber

Jenis masker yang direkomendasikan: Masker nonmedis

2. Situasi/Tempat: Tempat padat penduduk di mana penjagaan jarak fisik tidak dapat dilakukan; kapasitas surveilans dan tes, serta fasilitas isolasi dan karantina terbatas.

  • Kelompok: Penduduk di pemukiman-pemukiman padat, tempat-tempat seperti penampungan pengungsi, tempat serupa penampungan, pemukiman kumuh.
  • Tujuan penggunaan masker: Kemungkinan manfaat pengendalian sumber
  • Jenis masker yang direkomendasikan: Masker nonmedis
Baca juga:  5 Langkah Jitu untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

3. Situasi/Tempat: Tempat di mana penjagaan jarak fisik tidak dapat dilakukan (terjadi kontak erat)

  • Kelompok: Masyarakat umum di angkutan umum (seperti bus, pesawat terbang, kereta api). Kondisi-kondisi kerja tertentu di mana pekerja berkontak erat atau kemungkinan berkontak erat dengan orang lain, seperti tenaga bidang sosial, kasir, pelayan tempat makan.
  • Tujuan penggunaan masker: Kemungkinan manfaat pengendalian sumber
  • Jenis masker yang direkomendasikan: Masker nonmedis

4. Situasi/Tempat: Tempat di mana penjagaan jarak fisik tidak dapat dilakukan dan risiko infeksi dan/atau hasil rawat negatif lebih tinggi.

  • Kelompok: Kelompok masyarakat yang rentan
    – Orang berusia ≥60 tahun
    – Orang dengan  penyakit kardiovaskular atau diabetes melitus, penyakit paru kronis, kanker, penyakit serebrovaskular, imunosupresi
  • Tujuan penggunaan masker: Perlindungan
  • Jenis masker yang direkomendasikan: Masker medis

Perbedaan Efektivitas Jenis Masker untuk Mencegah Paparan Covid-19

1. Masker Kain:

Ketika keluarnya droplets dari batuk/bersin pemakai, masker mampu melindungi dari droplets (percikan) besar. Efektivitas filtrasi yang dimiliki yakni 3 mikron: 10 – 60%. Peluang kebocoran ada serta dapat dipakai ulang tetapi harus dicuci terlebih dahulu. Memakai masker kain dinilai dapat mengurangi penyebaran virus pada orang tidak bergejala. Masker kain yang baik adalah jika pembuatannya memiliki banyak lapisan dengan kualitas yang baik. Salah satu contoh masker kain yang berkualitas baik, nyaman, dan aman untuk dipakai adalah Masker B-ION Silver Nano Polymer.

efektivitas-jenis-masker-kain

 

Masker tersebut terbuat dari serat kain khusus yang terbuat dari ikatan silver nano particles. Bahan masker inilah yang dapat berfungsi sebagai anti-virus, anti-bakteri, anti-odor (anti-bau), dan anti-radiasi. Di samping itu, Masker B-ION tidak menyebabkan iritasi, mascne atau jerawat akibat pemakaian masker dalam jangka waktu yang lama, dan efek samping buruk lainnya akibat masker. Memberikan rasa hangat ketika sedang berada di tempat yang bersuhu dingin (therodinamic) serta memberikan sirkulasi udara yang baik sehingga membuat Anda mudah untuk bernapas.

Baca juga:  Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Covid-19

2. Masker bedah/medis: 

efektivitas-jenis-masker-medis-atau-bedah

Masker ini umumnya masih mampu melindungi pemakai dari droplets, namun tidak dapat melindungi dari aerosol atau partikel airborne. Masker bedah/medis juga dapat mencegah keluarnya droplets dari batuk dan bersin pemakai. Efektivitas filtrasi yang dimiliki yakni 0,1 mikron: 30 – < 95%. Kemungkinan bocor ada. Sayangnya, masker ini tidak dapat dipakai berulang. Masker ini dapat dijadikan pilihan aternatif saat Masker N95 tidak ada.

3. Masker N95:

efektivitas-jenis-masker-N95

 

Masker N95 dinilai lebih baik daripada masker bedah/medis karena masker ini dapat melindungi pemakai dari droplets, aerosol, dan partikel airborne. Di samping itu juga dapat mencegah keluarnya droplet dari batuk atau bersin si pemakai. Efek filtrasi yang dimiliki yakni 0,1 mikron: ≥95%. Salah satu keunggulan masker ini adalah tidak rentan akan kebocoran. Tetapi, masker ini hanya untuk sekali pakai saja.

4. Masker Scuba: 

efektivitas-jenis-masker-scuba
Sumber gambar: Kompas.com

Masker ini banyak di jual di Indonesia. Namun, Satgas Covid-19 dan para ahli tidak menyarankan masyarakat Indonesia untuk memakai masker jenis ini. Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan jenis masker ini tidak efektif dalam menangkal virus Covid-19 karena dibuat hanya dengan 1 lapisan saja dan dinilai terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk tembus lebih besar.

Sementara itu, Peneliti LPTB (Loka Penelitian Teknologi Bersih) LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) juga mengatakan bahwa masker yang dibuat dengan bahan lentur seperti scuba, ketika dikenakan akan terjadi perenggangan bahan sehingga kerapatan dan pori kain membesar. Hal ini lah yang membuat peluang partikular virus untuk menembus masker semakin besar.

Baca juga:

  1. Ini Dia 2 Jenis Tanda Kehamilan yang Harus Bunda Tahu!
  2. Waspada Kehamilan Ektopik!