RKpx 2708 : 0 - 0 - 0 - 0 Manajemen ASIP Bagi Ibu Pekerja | Rahasia Kesuburan

Manajemen ASIP Bagi Ibu Pekerja

manajemen-asip-bagi-ibu-pekerja
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Apa yang harus Bunda lakukan jika pemenuhan ASI untuk sang buah hati tidak bisa dilakukan secara maksimal karena tuntutan pekerjaan? Tenang Bunda, disini kita akan membahas mengenai Manajemen ASIP, khususnya untuk para Bunda yang berada dalam masa menyapih sambil berkarir. Simak yuk, Bun!

Merupakan suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi Bunda yang bisa memberikan ASI sepenuhnya untuk sang buah hati. Namun, tidak jarang ditemui, sebagian Bunda disini pasti ada yang merupakan seorang pekerja. Otomatis, separuh hari Bunda didedikasikan untuk bekerja. ASIP (Air Susu Ibu Perah) merupakan air susu ibu yang diperoleh dengan cara memerah ASI dari payudara dan ditempatkan dalam wadah khusus untuk diberikan kepada bayi. Umumnya, diberikan saat Bunda sedang tidak bersama dengan buah hati dalam waktu yang lama, misalnya saat Bunda bekerja di kantor. Untuk itu, diperlukan manajemen ASIP yang baik agar Bunda tetap bisa memenuhi kebutuhan ASI si kecil meskipun dalam kondisi bekerja.

Bagaimana cara memerah ASI?

Memerah ASI dapat Bunda lakukan menggunakan tangan dan pompa. Apabila menggunakan tangan, maka berikut teknik pijat agar ASI yang keluar banyak.

  • Cuci tangan hingga bersih.
  • Kompres payudara menggunakan handuk hangat selama 2 menit, lakukan secara berulang selama 4-5 menit.
  • Posisikan botol atau wadah yang telah disterilkan di bawah payudara untuk menampung ASI yang keluar.
  • Pijat puting dari atas ke bawah secara perlahan, areola dari atas ke bawah dan dari kanan ke kiri, serta payudara secara melingkar mengikuti bentuk payudara 5-6 kali.
  • Lepaskan, kemudian ulangi kembali.

Sedangkan untuk Bunda yang ingin memerah ASI menggunakan pompa, terdapat dua macam pompa ASI, yaitu pompa manual dan pompa listrik. Bunda sebaiknya menemukan pompa yang cocok dengan Bunda, sehingga proses memerah ASI berjalan dengan nyaman.

Baca juga:  Pria Perut Buncit Mr. Pnya Cenderung Kecil, Mitos Atau Fakta ?

Bagaimana cara menyimpan ASIP?

Metode FIFO (First In First Out)

Metode penyimpanan ini adalah yang pertama kali disimpan (masuk) di kulkas, maka terlebih dahulu (keluar) diberikan ke bayi. Contoh kasusnya adalah Bunda mulai menyimpan ASIP pada tanggal 20 Agustus, sedangkan Bunda mulai akan bekerja pada tanggal 20 September. Artinya, ASIP yang akan dikonsumsi buah hati pada hari Bunda bekerja adalah ASIP yang Bunda masukkan ke kulkas pada tanggal 20 Agustus dan diurutkan mulai dari tanggal tersebut untuk pemberian berikutnya.

Metode LIFO (Last In First Out)

Kebalikan dari metode FIFO, metode LIFO merupakan metode dimana ASIP yang terakhir disimpan di kulkas (atau yang fresh) akan lebih dulu diberikan ke bayi. Contoh kasusnya adalah ASIP terakhir kali disimpan di kulkas pada tanggal 20 Agustus, artinya ASIP yang akan dikonsumsi buah hati pada tanggal 21 Agustus adalah ASIP terakhir yang Bunda masukkan ke kulkas pada tanggal 20 Agustus.

Metode Gabungan FIFO dan LIFO

Metode ini merupakan win-win solution dari metode FIFO dan LIFO. Contoh kasusnya adalah pada saat Bunda bekerja tanggal 20 September, maka ASIP yang diberikan untuk bayi dalam satu hari bisa dari ASIP yang disimpan pada tanggal 20 Agustus atau ASIP fresh yang baru disimpan Bunda pada saat bekerja untuk malam harinya. Ingat yah Bun, mengombinasikan disini bukanlah mencampur ASIP fresh dengan ASIP beku yang sudah cair ke dalam satu botol.

Metode manakah yang terbaik?

Kelebihan metode FIFO adalah kemungkinan lebih kecil ASIP menjadi basi atau kadaluarsa, karena perputaran pemakaian ASIP di freezer berjalan teratur. Namun sayangnya, gizi di dalam ASIP beku tidak akan sebaik gizi dari ASIP fresh. Jadi, metode ini cocok untuk Bunda yang memiliki stok ASIP kejar tayang.

Baca juga:  Waspada, 5 Pemicu Disfungsi Ereksi Yang Mengganggu Program Kehamilan

Adapun kelebihan metode LIFO adalah ASI fresh lebih baik daripada ASI dari chiller atau freezer, karena semakin fresh akan semakin baik kandungannya. Selain itu, ASI adalah cairan yang berbeda komposisinya setiap hari, sebab disesuaikan dengan kebutuhan bayi. ASIP yang diperah mendekati usia bayi akan lebih baik karena sesuai dengan kebutuhan bayi. Kekurangannya, kemungkinan lebih besar ASIP menjadi basi atau kadaluarsa, karena ASIP yang pertama kali diperah dan disimpan tidak segera dikonsumsi bayi. Jadi, metode ini cocok diterapkan untuk Bunda yang hasil pumping melimpah.

Apakah sebaiknya meggunakan metode gabungan FIFO dan LIFO? Meskipun keuntungan metode ini, bayi akan memperoleh gizi yang optimal dari ASIP fresh dan kemungkinan ASIP basi atau kadaluarsa jadi lebih kecil dibandingkan metode LIFO. Namun, untuk melakukan metode ini, Bunda dituntut memiliki ketelitian tinggi untuk mengombinasikan ASIP fresh dengan ASIP beku. Jadi, sesuaikan dengan kemampuan dan kondisi Bunda juga ya untuk mengambil metode manajemen ASIP.

Happy breastfeeding, Bunda!

Baca Juga :

ASI Hanya Keluar dari Satu Payudara Saja? Normal Atau Tidak Ya?

Usia Kehamilan Memasuki 6 Bulan? Lakukan 4 Hal Ini!

Berat Badan Ideal dan Sehat? Yuk, Intip Tipsnya!

Comments

Seorang Ahli Gizi yang memiliki minat besar terhadap menulis dan ingin berbagi informasi seputar gizi dan kesehatan. Sangat menyukai pepatah ini, ‘Whatever you are, be a good one’.