RKpx 2853 : 0 - 0 - 0 - 0 Sulit Hamil Setelah Lepas KB? Ini solusinya! | Rahasia Kesuburan

Sulit Hamil Setelah Lepas KB? Ini solusinya!

Sulit Hamil Setelah Lepas KB Ini solusinya
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Kebanyakan wanita yang telah menghentikan pemakaian KB akan mengeluhkan sulit hamil. Biasanya, terjadi dalam kurun waktu 6-12 bulan bahkan lebih setelah lepas KB. Apa yang membuat ini terjadi? Lalu, bagaimana solusinya agar Bunda bisa segera hamil setelah lepas KB? Mari simak di sini!

Seringkali kehamilan ini dirasakan sulit sekali oleh sebagian wanita, terutama setelah mereka menghentikan penggunaan KB. Umumnya, keputusan menggunakan KB ini memang diambil oleh pasangan untuk menunda kehamilan pada awal-awal masa pernikahan.

Program KB merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas dengan cara menentukan waktu dan jarak kelahiran anak, serta usia ideal hamil dan melahirkan. Tidak hanya sekedar menggunakan alat kontrasepsi, namun juga disertai dengan edukasi, konseling, advokasi, dan sistem informasi yang terintegrasi.

Mengapa ya sulit hamil setelah berhenti memakai KB?

Sebenarnya, anggapan bahwa setelah lepas KB akan sulit hamil itu tidak sepenuhnya benar. Seperti halnya berhenti menggunakan suntik KB, cara kerja KB ini dengan menekan hormon estrogen, sehingga membuat sel telur tidak berovulasi. Apabila terlalu lama ditekan, tentu hormon ini akan membutuhkan waktu cukup lama agar kembali normal, biasanya sekitar 6—18 bulan. Oleh sebab itu, Bunda yang merencanakan hamil, harus  mempersiapkan dari jauh hari, minimal satu tahun sebelumnya untuk menghentikan suntik KB.

Lain halnya dengan metode IUD (spiral), penggunaan kontrasepsi ini belum tentu cocok dengan semua calon Bunda. Penggunakan KB spiral tidak dianjurkan untuk Bunda yang memiliki keluhan keputihan abnormal atau menderita infeksi radang panggul. Selain itu, efek samping dari penggunaan KB ini adalah dapat menimbulkan infeksi, bisa saja karena adanya perlekatan di saluran telur dan sekitarnya. Ini bisa jadi menyebabkan Bunda akan lebih sulit hamil di kemudian hari, meskipun pemakaian spiral telah dilepas.

Jadi, faktor penyebab sulit hamil setelah lepas KB itu bisa banyak, seperti berhubungan dengan usia, paritas (jumlah persalinan sebelumnya), dan faktor kesuburan suami. Apalagi menurut pakar medis, siklus haid setelah lepas KB pada umumnya normal, hanya 10% kasus yang mengalami gangguan ovulasi. Sedangkan, penggunaan pil KB lebih dari 1 tahun, biasanya siklus haid jadi lebih panjang dan akan kembali normal dalam waktu 6—9 bulan.

Apa saja nih solusi dan tips agar bisa segera hamil setelah lepas KB?

Untuk Bunda yang ingin segera memiliki momongan setelah lepas KB, ada baiknya mencoba beberapa tips di bawah ini.

Memberikan jeda waktu setelah lepas KB

Bila Bunda menggunakan kontrasepsi spiral atau pil KB, seharusnya kesuburan tidak butuh waktu lama untuk kembali. Berbeda denga suntik KB, seperti yang dikatakan oleh dr. Anita Amalia Sari, pemakaian suntik KB selama 3 bulan, siklus menstruasi akan kembali normal dalam waktu 6-12 bulan setelah suntik dihentikan. Pengembalian kesuburannya berlangsung 5-7 bulan setelah penghentian suntik KB.

Mencatat masa subur dan mengatur frekuensi hubungan intim

Ini penting untuk memastikan bahwa waktu Bunda berhubungan intim akan bertepatan dengan masa subur Bunda, di mana sel telur akan dilepaskan dari indung telur dan siap dibuahi sel sperma. Dengan kecanggihan teknologi sekarang, sudah ada alat untuk mengukur ovulasi (ovutest) yang akan membantu Bunda memastikan waktu ovulasinya. Mulai atur waktu berhubungan Bunda, yaitu 1 kali sehari pada 3-4 hari sebelum waktu ovulasi dan lakukan pada saat hari ovulasi. Dan ini berkaitan dengan pentingnya mencatat masa subur Bunda.

Menemukan waktu dan posisi yang tepat

Sebenarnya semua posisi itu baik, tinggal bagaimana Bunda dan pasangan menikmatinya. Namun, memang ada posisi untuk meningkatkan potensi kehamilan, yaitu posisi klasik misionaris. Setelah berhubungan intim, sebaiknya Bunda tidak langsung bangun, tetapi berbaring beberapa saat agar sperma dapat tinggal lebih lama dalam rahim.  Kecuali, Bunda yang mengalami posisi rahim retrofleksi, posisi doggy style sangat disarankan.

Menjaga berat badan ideal

Kelebihan berat badan maupun terlalu kurus, keduanya bisa menyebabkan gangguan pada kesuburan. Hal ini karena akan menyebabkan pematangan sel telur jadi terganggu. Oleh karena itu, sambil menjalani promil, dijaga pula pola makan dan gaya hidup yang sehat, sehingga bisa mencapai berat badan ideal untuk menunjang potensi kehamilan.

Baca Juga :

Keluar Angin dari Vagina? Waspada Queefing!

Kebutuhan Asam Folat untuk Ibu Hamil dan Janin

Hati-Hati, Anovulasi Dapat Menyebabkan Infertilitas

Comments

Seorang Ahli Gizi yang memiliki minat besar terhadap menulis dan ingin berbagi informasi seputar gizi dan kesehatan. Sangat menyukai pepatah ini, ‘Whatever you are, be a good one’.

Leave a Reply