RKpx 2805 : 0 - 0 - 0 - 0 Mitos atau Fakta? Minuman Bersoda Dapat Melancarkan Haid | Rahasia Kesuburan

Mitos atau Fakta? Minuman Bersoda Dapat Melancarkan Haid

Mitos atau Fakta Minuman Bersoda Dapat Melancarkan Haid
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Beragam kepercayaan banyak tersebar di kalangan masyarakat mengenai menstruasi, salah satunya mengonsumsi minuman yang bersoda dapat melancarkan haid. Lalu, apakah kepercayaan ini benar adanya atau hanyalah mitos belaka?

Seiring berkembangnya ilmu dan teknologi masa kini, banyak mitos atau kepercayaan masyarakat telah dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Mengonsumsi minuman bersoda pada saat haid adalah salah satu hal yang diyakini masyarakat dapat melancarkan menstruasi. Padahal, pernyataan ini tidak ada pembuktiannya secara ilmiah. Justru, para pakar kesehatan tidak menganjurkan mengonsumsi minuman bersoda secara berlebihan pada saat menstruasi.

Seperti apa minuman bersoda itu?

Merujuk pada peraturan Kepala Badan Pegawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kategori Pangan, air soda merupakan air minum yang mengandung gas karbondioksida, tidak berwarna, dan tidak berbau. Kadar CO2 dalam air soda minimal 5,890 mg/L.

Adapun definisi minuman bersoda adalah minuman berbasis air dengan perisa yang ditambah karbondioksida (karbonasi). Meliputi Gaseosa (minuman berbasis air dengan penambahan karbondioksida, pemanis, dan perisa) dan Soda, seperti minuman cola, tipe pepper, root beer, lemon-time dan tipe citrus. Minuman ini bisa berwarna jernih, keruh, atau mengandung particulated matter (contohnya berbagai macam potongan buah).

Karbonasi sendiri merupakan proses penambahan gas CO2 (karbondioksida) ke dalam minuman, sehingga memiliki gelembung-gelembung yang memberikan rasa segar dan efek kepuasan saat meminumnya.

Bagaimana kandungan zat gizi dalam minuman bersoda?

Komposisi minuman bersoda sangatlah sederhana, karena terdiri dari 90% air dan sisanya kombinasi antara pemanis buatan, gas CO2, pencita rasa, pewarna, asam fosfat, kafein dan beberapa mineral, terutama alumunium.

Masyarakat pun juga mengenal minuman bersoda ini sebagai minuman ringan (soft drink) yang mengandung gas karbondioksida dan sejumlah besar asam fosfat yang dapat mengganggu metabolisme kalsium dan tulang.

Selain itu, beberapa jenis minuman ringan memiliki kadar gula yang cukup tinggi, bahkan ada yang melebihi 8 sendok teh gula pasir atau setara 4 sendok makan untuk satu ukuran gelas minum.

Mitos atau Fakta Minuman Bersoda Dapat Melancarkan Haid (2)

Apakah minuman bersoda baik untuk kesehatan?

Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwasannya tidak ada manfaat yang diperoleh saat mengonsumsi minuman bersoda. Justru, membawa dampak buruk bagi kesehatan. Dilansir dari artikel yang ditulis oleh Aulia Nurlatifah dengan judul Dibalik Nikmatnya Minuman Bersoda pada tahun 2011, dampak buruk yang dapat muncul adalah sebagai berikut.

  • Kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas. Ini karena tubuh hanya mengubah sebagian gula yang dikonsumsi sebagai energi, sisanya akan disimpan sebagai cadangan dalam bentuk lemak. Penumpukan gula inilah yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan.
  • Karies gigi. Ini karena minuman bersoda dapat menimbulkan plak di gigi lebih banyak. Gula adalah makanan bagi bakteri di mulut, yang kemudian menghasilkan asam yang membantu plak menggerogoti lapisan pelindung gigi.
  • Diabetes. Hal ini karena hormon insulin di dalam tubuh tidak cukup, bahkan tidak sanggup untuk mengubah zat gula di dalam minuman bersoda menjadi gula otot (glikogen), sehingga gula darah (glukosa) meningkat. Dalam jangka panjang, ini bisa mengakibatkan diabetes yang bisa memicu penyakit lainnya, seperti stroke, gangguan kesuburan, dan penyakit jantung koroner.
  • Osteoporosis. Ini dikaitkan dengan kandungan asam fosfat yang bisa menyebabkan kerapuhan tulang. Asam fosfat bisa melarutkan kalsium yang ada di dalam tulang dan gigi. Akibatnya, tulang dan gigi menjadi rapuh dan keropos.
  • Membahayakan ginjal. Penelitian yang telah dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan sebanyak 30% mereka yang rutin mengonsumsi minuman bersoda minimal 2 kali sehari mengalami kerusakan ginjal dan penurunan fungsinya. Hal ini terkait dengan kandungannya yang terdiri atas pemanis buatan, pewarna buatan, kafein, dan asam fosfat.
  • Meningkatkan candu kafein. Meskipun kafein memiliki efek positif terhadap tubuh, namun efek negatif kafein ternyata lebih banyak. Diantaranya adalah membuat jantung berdebar, insomnia, dan tekanan darah rendah.

Lalu, baikkah mengonsumsi minuman bersoda baik pada saat menstruasi?

Faktanya adalah minuman bersoda atau berkarbonasi mengandung tinggi gula dan kafein, bahkan kebanyakan rendah nutrisi atau zat gizi. Menurut dr. Reisa Broto Asmoro bahwa mengonsumsi minuman bersoda tidak ada kaitannya dengan melancarkan menstruasi.

Lebih lanjut, dr. Reisa menjelaskan bahwa kafein di dalam minuman bersoda dapat menyebabkan vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah. Apabila penyempitan ini terjadi di bagian dalam rahim, maka dapat menimbulkan kram otot perut yang hebat. Oleh karena itu, justru sebaiknya menghindari konsumsi minuman bersoda pada saat menstruasi.

Baca Juga :

Kebutuhan Asam Folat untuk Ibu Hamil dan Janin

Waspada Kelainan Bentuk Rahim Terhadap Kehamilan!

Ingin Menaikkan Berat Badan Mencapai Ideal? Yuk, Intip Tipsnya!

Comments

Seorang Ahli Gizi yang memiliki minat besar terhadap menulis dan ingin berbagi informasi seputar gizi dan kesehatan. Sangat menyukai pepatah ini, ‘Whatever you are, be a good one’.

Leave a Reply