fbpx

Kanker Serviks : Penyebab, Gejala, Pencegahan

Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel tumbuh di leher rahim alias serviks menjadi tidak normal, dan berkembang terus hingga tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat hingga dapat mengakibatkan tumor pada serviks.

Kanker ini merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita. Namun, dengan melakukan tes pap smear yang rutin dapat membantu Anda untuk mengetahui adanya kanker serviks secara dini.

Pada umumnya, kanker serviks sering kali masih bisa disembuhkan apabila ditemui sejak awal. Selain itu, ada beberapa metode untuk mengendalikan risiko kanker serviks, yang membuat angka kasus kanker serviks menurun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala kanker serviks ?

Pada tahap awal, wanita dengan kanker serviks awal dan pre-kanker tidak akan mengalami gejala. Sebab, kanker serviks tidak menunjukkan gejala hingga bisa membentuk tumor. Kemudian tumor bisa mendorong organ di sekitar dan mengganggu sel-sel sehat. Gejala kanker serviks bisa ditandai dengan ciri-ciri berikut ini.

  • Perdarahan yang tidak wajar dari vagina.
  • Siklus menstruasi jadi tidak teratur.
  • Nyeri pada panggul (di perut bagian bawah).
  • Nyeri saat berhubungan seks.
  • Nyeri di pinggang (punggung bawah) atau kaki.
  • Badan lemas dan mudah lelah.

Ada beberapa kondisi lainnya, seperti infeksi, yang dapat menyebabkan berbagai ciri-ciri kanker serviks tersebut. Namun, apa pun penyebabnya, Anda tetap harus mengunjungi dokter untuk memeriksakannya. Jika mengabaikan gejala kanker serviks kemungkinan hanya akan membuat kondisi Anda semakin memburuk dan kehilangan kesempatan perawatan yang efektif.

Alangkah baiknya, jangan sampai menunggu hingga gejala kanker serviks muncul. Cara terbaik untuk merawat kelamin Anda dengan melakukan tes pap smear dan pemeriksaan panggul secara rutin ke dokter kandungan.

Baca juga:  Inilah Tips Menahan Nafsu Bercinta Saat Dibulan Puasa

Penyebab

Apa penyebab kanker serviks ?

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau disingkat HPV. Ada lebih dari seratus jenis HPV, tapi sejauh ini hanya ada kira-kira 13 jenis virus yang bisa jadi penyebab kanker serviks. Virus ini sering ditularkan melalui hubungan seksual.

Beberapa jenis HPV tidak menyebabkan gejala sama sekali. Namun, sebagian jenis bisa menyebabkan kutil pada kelamin, dan beberapa jenis lainnya bisa menjadi penyebab kanker serviks. Hanya dokter yang bisa mendiagnosis dan memastikan seberapa bahayanya jenis HPV yang Anda alami.

Dua turunan dari virus HPV 16 dan HPV 18 diketahui berperan dalam 70% dari kasus kanker serviks. Jenis infeksi HPV ini yang tidak menunjukkan gejala apa pun, sehingga banyak wanita yang tidak menyadari kalau mereka memiliki infeksi. Faktanya, kebanyakan wanita dewasa sebenarnya pernah menjadi “tuan rumah” HPV pada saat tertentu dalam hidup mereka.

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena kanker serviks (kanker leher rahim)?

Sejauh ini HPV memang diketahui jadi penyebab kanker serviks yang utama. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan peluang Anda kena kanker ini, meski Anda tidak punya riwayat infeksi HPV sekalipun. Simak berbagai faktor risiko penyebab kanker serviks berikut ini.

  • Infeksi human papilloma virus.
  • Merokok.
  • Imunosupresi.
  • Infeksi klamidia.
  • Berat badan berlebih (obesitas).
  • Penggunaan kontrasepsi minum (pil KB) jangka panjang.

Obat & diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis kanker serviks ?

Dokter biasanya menggunakan tes pap smear untuk mendiagnosis kanker serviks. Dokter dapat melakukan tes lainnya untuk melihat sel kanker atau pre-kanker pada serviks jika tes pap smear menunjukkan malfungsi perubahan sel, seperti biopsi.

Dokter dapat merujuk Anda pada ginekolog (dokter spesialis kandungan, yaitu ahli kesehatan sistem reproduksi wanita) jika hasil tes menunjukkan kelainan, seperti melihat adanya pertumbuhan dalam serviks.

Baca juga:  Apakah Aman Memelihara Kucing Saat Hamil ? Yuk Cari Tahu Jawabannya Disini

Penting diketahui bahwa perdarahan dari wanita tidak selalu berarti kanker serviks. Klamidia adalah salah satu alasan mengapa wanita mengalami perdarahan vagina yang tidak biasa. Dokter mungkin menyarankan Anda untuk melakukan tes terlebih dahulu sebelum dirujuk.

Beberapa tes yang mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi jika Anda memiliki kanker serviks adalah sebagai berikut.

  • Kolposkopi.
  • Cone biopsy.

Apabila dokter yakin Anda memiliki gejala kanker serviks, dokter kemudian akan memeriksa seberapa parah kondisi (tahap stadium) kanker. Tesnya dapat meliputi hal-hal di bawah ini.

  • Memeriksa rahim, vagina, rektum, dan kemih apabila terdapat kanker. Prosedur ini dilakukan dengan obat bius.
  • Tes darah untuk memeriksa kondisi sekitar organ, seperti tulang, darah dan ginjal.
  • Tes imaging (pemindaian), yaitu dengan teknologi Computerised tomography (CT) scan, Magnetic resonance imaging (MRI) scan, sinar X, dan Positive emission tomography (PET) scan. Tujuan tes ini yaitu untuk mengidentifikasi tumor kanker dan apabila sel kanker telah menyebar (metastasis).

Pencegahan

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks (kanker leher rahim)?

Berikut adalah perubahan gaya hidup yang dapat membantu Anda mencegah kanker serviks terjadi pada Anda:

  • Berbicara dengan keluarga, teman-teman atau konselor dapat membantu.
  • Tes pap smear adalah cara terbaik untuk menemukan perubahan sel serviks atau HPV pada serviks.
  • Hindari terinfeksi HPV dengan melakukan hubungan seks yang aman.
  • Untuk mencegah kanker berkembang ke tahap stadium yang lebih serius, Anda perlu menjalani gaya hidup sehat.

 

Baca Juga :

Hal Yang Perlu Wanita Ketahui Soal Keputihan dan Lendir Serviks

Bisakah Memiliki Keturunan Setelah Menjalani Pengobatan Kanker Serviks ?

Ingin Cepat Hamil? Yuk Kenali 4 Jenis Lendir Serviks

Comments