RKpx 2141 : - - - Pria Memiliki Satu Testis, Apakah Masih Bisa Memiliki Keturunan ?

Pria Memiliki Satu Testis, Apakah Masih Bisa Memiliki Keturunan ?

Pria Memiliki Satu Testis, Apakah Masih Bisa Memiliki Keturunan ?
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Testis adalah organ reproduksi pria yang berfungsi untuk memproduksi dan menyimpan sperma, serta memproduksi testosteron. Pada umumnya, pria terlahir dengan dua buah testis. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seorang pria hanya memiliki satu testis sejak lahir atau disebut dengan monorchism.

Testis terbentuk di perut selama perkembangan janin. Selama beberapa bulan terakhir perkembangan janin normal, testis secara bertahap turun dari perut melalui jalan seperti tabung di pangkal paha (inguinal canal) ke dalam skrotum. Lalu, Apa saja dampaknya terhadap kesuburan pria? Apakah pria dengan satu testis masih bisa memiliki keturunan ? yuk simak penjelasan dibawah ini.

Apa itu Monorchism?

Monorchism adalah suatu kondisi saat pria hanya memiliki satu testis. Hal ini biasanya terjadi karena adanya gangguan pada perkembangan embrio atau janin dan tidak memiliki gejala apapun. Berikut ini, beberapa penyebab hilangnya satu testis karena hal lain.

1. Satu Testis Tidak Turun (kriptorkismus).

Merupakan saat dimana satu testis yang turun ke dalam skrotum. Kondisi ini, biasanya merupakan bawaan lahir yang disebabkan adanya perkembangan saat masih dalam kandungan. Hal ini sering terjadi pada bayi yang lahir prematur.

2. Satu Testis Menghilang (vanishing testis).

Selama masa kehamilan, masalah perkembangan testis bisa saja terjadi pada jabang bayi, salah satunya adalah hilangnya satu testis saat perkembangan. Kondisi ini disebut dengan vanishing testis atau sindrom regresi testis. Meski begitu, biasanya tidak terdeteksi dan tidak dapat diobati. Penyebabnya adalah adanya penyakit torsi testis, cedera, atau ketidakseimbangan hormon pada saat kehamilan. Meskipun hal ini tidak dapat diobati, namun penting sekali dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi yang terjadi.

Baca juga:  Olahraga Berlebihan Dapat Mempengaruhi Kesuburan Wanita Maupun Pria?

3. Pengangkatan Satu Testis (orchiectomy).

Prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat salah satu atau dua testis, karena beberapa proses patologis. Prosedur pembedahan ini dapat dilakukan karena adanya tumor testis, cedera serius, penyakit torsi testis yang tidak diobati, dan kanker prostat. Selain, dilakukan dengan pembedahan pengangkatan testis, terkadang dapat dilakukan pembedahan lain untuk menghilangkan proses patologis yang menyelamatkan sebagian fungsi testis selama masih bisa dilakukan.

Apakah Pria Dengan Satu Testis Bisa Menghasilkan Keturunan?

Pria dengan monorchism mungkin khawatir akan kesuburannya. Namun, sebuah penelitian menunjukkan jika hanya satu testis yang tidak turun, maka pria tersebut tidak perlu khawatir akan masalah tingkat kesuburannya. Akan tetapi, jika dua-duanya tidak turun, maka kemungkinan pria ini akan mengalami masalah kesuburan . Hal ini dikarenakan suhu di skrotum, maka pembentukan sperma akan terganggu.

Namun, selama suhu skrotum terjaga dan testis dalam keadaan baik, maka kualitas sperma yang dihasilkan tetaplah baik. Jadi tak perlu khawatir, testis yang dimiliki tetap akan berfungsi sebagai organ reproduksi yang menjamin kesuburan Anda dan tentu masih mampu untuk menghasilkan sebuah keturunan.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Bayi Anda Lahir Dengan Satu Testis?

Pada umumnya, testis mulai berkembang di rongga perut janin saat kehamilan berusia 10 minggu. Semakin bertambahnya usia kehamilan, sekitar 28 sampai 40 minggu, testis diharapkan bisa memasuki kanal inguinalis, yaitu saluran yang membentuk jalan bagi testis untuk turun dari rongga perut menuju kantong kemaluan. Tetapi, pada kondisi kriptorkismus, testis ini tidak bisa bergerak menuju skrotum.

Testis seharusnya sudah turun secara spontan pada empat bulan pertama kelahiran. Bahkan, jika tidak turun juga sampai bayi berusia enam bulan, maka sebaiknya dilakukan prosedur pembedahan untuk menurunkan testis ke skrotum.

Baca juga:  Waspada Insomnia, Inilah Penjelasan Ilmiahnya Untuk Anda !

Pembedahan ini penting dilakukan di tahun pertama kelahiran bayi untuk menghindari hilangnya fungsi testis, menjauhkan dari risiko ketidaksuburan, dan mencegah kanker testis.

Biasanya, testis akan kembali turun setelah operasi dilakukan. Dalam beberapa kasus, ahli bedah mungkin menemukan bahwa testis belum terbentuk sempurna atau rusak. Jika demikian, ahli bedah akan membuang testis yang rusak dan akan menyelamatkan testis yang sehat pada skrotum sehingga bisa berkembang secara normal.

 

Baca Juga :

4 Metode Meningkatkan Kualitas Sperma Dengan Pola Hidup Sehat

Sulit Buang Air Kecil ? Waspadai Pembesaran Prostat Jinak !

Tips Optimalkan Sperma Untuk Siapkan Keturunan Dan Gairah Bercinta

Comments

Leave a Reply