RKpx 683 : - - - Mitos vs Fakta Daun Alfalfa Dapat Meningkatkan Kesuburan Pria?

Mitos vs Fakta : Benarkah Daun Alfalfa Dapat Meningkatkan Kesuburan Kaum Pria?

Mitos vs Fakta Daun Alfalfa Booster Peningkat Kesuburan Kaum Pria
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Maraknya informasi akan bahan-bahan peningkat kesuburan hingga kegiatan yang dapat mengganggu kesuburan sesorang memunculkan seputar mitos dan fakta dikalangan masyarakat.

Begitu pula, pembahasan artikel kami hari ini yang mengulas seputar mitos vs fakta daun alfalfa Booster yang dapat meningkatkan kesuburan pria?

Permasalahan kesuburan selalu menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan. Hal ini karena permasalahan kesuburan sesorang dapat berdampak pada segala aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, ekonomi hingga psikologis bahkan keharmonisan kehidupan keluarga anda. Terutama, saat membahas seputar info kasus infertilitas atau gangguan kesuburaan di Indonesia.

Apa Itu Daun Alfalfa?

Alfalfa (Medicago Sativa) memperoleh julukan sebagai “bapak klorofil”. Sejauh ini, daun alfalfa sudah dipercaya sebagai makanan sumber klorofil peningkat kesuburan pria. Klorofil sendiri merupakan zat pigmentasi pada tumbuhan yang dikonsumsi sebagai suplemen makanan.

Klorofil dalam daun alfalfa dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan fungsi metabolisme, sistem imunitas, detoksifikasi, meredakan radang (inflamatorik) dan dapat menyeimbangkan sistem hormonal. Selain itu, klorofil juga dipercaya untuk merangsang pembentukan darah. Oleh karena itu, klorofil juga menyediakan berbagai bahan dasar untuk pembentukan hemoglobin.

Namun, alfalfa tidak hanya mengandung zat tunggal klorofil saja. Selain klorofil, menurut Jasjeet D dalam review  J.Adv.Sci.Res. Menyatakan, daun alfalfa juga mengandung bahan senyawa aktif lainnya, seperti phytosterol, flavonoid, phytoestrogen, galagtagogue, vitamin (A, B1,B6, C,E, dan K) dan mineral (zat besi, kalsium, tembaga, magnesium, zink dan asam folat).

Bagaimana Fakta Alfalfa Dapat Bekerja Sebagai Booster Peningkat Kesuburan?

Masalah jumlah sperma yang kurang dari standar dapat mempengaruhi kesuburan seorang pria. Kurangnya jumlah sperma dapat dipengaruhi dari, dua faktor penyebab kesuburan yaitu :

Pertama : Masalah kesuburan ini dapat dikarenakan produksi sel sperma menurun, akibat organ reproduksi yang kurang untuk memproduksi sperma.

Kedua : Bisa jadi sperma sudah diproduksi sesuai jumlah yang standar, tetapi terjadi penyumbatan pada saluran sperma untuk keluar. Sehingga jumlah produksi pada sperma tidak dapat terpenuhi.

Sementara itu, kandungan klorofil dalam daun alfalfa bekerja dengan merangsang  pembentukan sel darah merah sehingga kualias darah dapat dioptimalkan. Selanjutnya, peningkatan kualitas darah pada pria akan mengoptimalisasi fungsi sel darah untuk mentransport oksigen dan zat gizi  ke dalam sel. Oleh karena itu, sel-sel pada sistem reproduksi dapat membentuk energi dan beraktivitas dengan baik sesuai fungsinya, terutama dalam pembentukan sperma.

Setelah itu, permasalahan dalam pendistribusian sperma dapat menyebabkan. Kurangnya jumlah produksi sperma dalam semen ejakulasi. Hal ini dikarenakan adanya penyumbatan pada saluran untuk sperma keluar sehingga, jumlah sperma tidak dapat terpenuhi. Selanjutnya, senyawa aktif phytonutrient dalam daun alfalfa dapat menstimulasi untuk proses detoksifikasi tubuh.

Dimana, detoksifikasi ini dilakukan untuk membuang sisa-sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat mempermudah kerja fungsi sistem reproduksi pria dengan meningkatkan kesehatan saluran kemih dan prostat. Ketika fungsi saluran kemih dan prostat baik, maka saluran sperma untuk keluar tidak akan mengalami hambatan sehingga kesuburan pria dapat terjaga.

Alfalfa mengandung kandungan vitamin dan mineral yang merupakan mineral yang berperan dalam pembentukan sperma. Peran zink berpartisipasi aktif dalam pematangan spermatozoa. Hasil penelitian Advances in Bioscience and Biotechnology menyatakan, kurang asupan zink dapat menyebabkan penundaan pada perkembangan testis dan terhentinya proses spermatogenesis.

Sehingga, secara signifikan jumlah sperma menjadi sangat sedikit. Bahkan, pembentukan pada sperma tidak benar-benar sempurna yang dapat mempengaruhi pergerakan sperma. Selain itu, konsumsi zink dapat meningkatkan kadar hormon testoteron di dalam tubuh.

 

Baca Juga :

Memiliki Keturunan Dimulai Dengan Mengenali Kualitas Sperma

Sperma Encer Dapat Mengurangi Peluang Memiliki Keturunan Menjadi Berkurang ?

Mitos vs Fakta : Apakah Maca Tonik Dapat Menyeimbangkan Hormonal Dan Kesuburan Pria?

Comments

Anggun adalah seorang Nutritionist yang menaruh perhatian pada masalah dan isu-isu kesuburan yang kerap terjadi pada pasutri. Yoga adalah olahraga favoritnya.

Leave a Reply