RKpx Alfalfapx SeagoldpxMixedfruitpx3519 : 1 - 0 - 0 - 1 Kenali Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil | Rahasia Kesuburan

Kenali Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

kenali-diabetes-gestasional-pada-ibu-hamil
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Ibu hamil bisa mengalami penyakit diabetes, meskipun ia tidak memiliki riwayat diabetes sebelumnya. Diabetes saat hamil ini disebut pula dengan diabetes gestasional. Pasalnya, jika kondisi ini tidak ditangani dengan cepat dan tepat, akan berisiko buruk bagi ibu dan janin. Mengapa ya ibu hamil dapat mengalami diabetes gestasional? Adakah tips untuk mengatasi kondisi ini? Let’s dig more about this. 

Berdasarkan informasi riset International Diabetes Federation, 90% kasus diabetes pada wanita hamil merupakan kasus diabetes gestasional. Data Lancet 2011 menyatakan terdapat 3.000.000 bayi lahir dalam kondisi yang telah meninggal setiap tahunnya akibat diabetes gestasional.

Apa sih diabetes gestasional ini?

Diabetes gestasional merupakan jenis diabetes sementara yang berkembang selama kehamilan, dimana pankreas penderita tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk mengontrol gula darah pada tingkat yang aman bagi wanita dan janin.

Penyakit ini dapat terdiagnosis pada 24 sampai 28 minggu usia kehamilan, dimana pada usia kehamilan tersebut organ tubuh janin telah terbentuk. Oleh karena itu, pada umumnya diabetes gestasional tidak sampai menyebabkan cacat pada janin. Akan tetapi, yang harus Sobat RK tahu adalah jika penyakit ini tidak dikontrol dengan baik, maka akan berisiko buruk bagi ibu dan calon bayi, seperti :

  1. Potensi tinggi persalinan secara caesar.
  2. Risiko cedera bahu (distoria bahu) akan terjadi pada bayi yang lahir.
  3. Sistem pernapasan bayi akan terganggu.
  4. Bayi berisiko lebih tinggi terserang penyakit kuning.
  5. Dapat berkembang menjadi diabetes mellitus tipe 2 pasca ibu melahirkan.
  6. Kematian.

Apa saja penyebab munculnya penyakit ini?

Bukan berarti ibu hamil yang tidak memiliki riwayat diabetes sebelumnya akan bebas dari diabetes ini. Berikut beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seorang bumil terserang diabetes gestasional.

  1. Usia lebih dari 25 tahun saat hamil.
  2. Kelebihan berat badan sebelum hamil (BMI di atas 25 kg/m2).
  3. Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes.
  4. Pernah mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya.
  5. Riwayat keguguran.
  6. Pernah melahirkan bayi di atas 4,5 kg.
  7. Gaya hidup sedentari (kurang gerak).
  8. Memiliki hipertensi dan penyakit kardiovaskular lainnya.
  9. Mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS).
Baca juga:  Peran Keseimbangan Hormon Wanita Dalam Proses Kehamilan

Seperti apa gejala diabetes gestasional?

Tidak semua wanita hamil mengalami gejala diabetes gestasional, tapi gejala dapat dirasakan saat gula darah melonjak tinggi (hiperglikemia), seperti:

  1. Sering buang air kecil.
  2. Penglihatan buram.
  3. Sering merasa haus.
  4. Mulut terasa kering.
  5. Tubuh mudah lelah.

Gejala ini memang ringan, tetapi risiko diabetes yang tidak terkontrol akan berakibat fatal. Pengobatan diabetes harus dilakukan dengan cepat untuk menjaga kadar gula darah kembali normal.

Apa yang harus dilakukan jika sudah terdiagnosa mengalami diabetes gestasional?

Pengobatan diabetes gestasional bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah terjadinya komplikasi selama hamil dan saat melahirkan. Untuk itu, ada beberapa cara yang dapat Sobat RK lakukan.

  1. Pemeriksaan kadar gula secara rutin.
  2. Memilih menu makanan yang sehat, yaitu karbohidrat dengan indeks glikemik rendah (GI) dan tinggi serat, seperti oatmeal, roti dengan gandum kasar, sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan selai yang dibuat dari bunga matahari, buah zaitun, dan minyak sayur.
  3. Aktivitas fisik atau olahraga ringan, seperti jalan kaki 30 menit dalam seminggu atau bersepeda. Berenang atau olahraga low impact lainnya juga bisa menjadi alternatif untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.
  4. Menjaga berat badan tetap ideal.

Dan jangan lupa ya Sobat RK, lakukan kunjungan ke dokter setiap minggu atau bulan, melakukan pemeriksaan USG, dan check up lainnya untuk mendukung kesehatan ibu dan janin selama hamil.

Content writer : Christine Maria/Editor and Proofreader : Afrillia Yenita, S. Gz.

 

Baca Juga :

Kehamilan Kosong : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Kebutuhan Asam Folat untuk Ibu Hamil dan Janin

Inilah 5 Jenis Makanan yang Bisa Meningkatkan Kesuburan

Comments