fbpx

Inilah Cara Untuk Mencegah Kehamilan Prematur

Inilah Cara Untuk Mencegah Kehamilan Prematur
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Kelahiran seorang bayi sebelum waktunya tidak boleh dipandang remeh, karena kelahiran prematur atau sebelum waktunya bisa menimbulkan beberapa risiko baik bagi bayi maupun sang ibu.

Meskipun pertumbuhan dan perkembangan organ-organ bayi masih belum sempurna, bayi yang dilahirkan secara prematur dapat berisiko tinggi mengalami berbagai macam gangguan. Misalnya risiko kebutaan dan tumbuh kembang yang lebih lambat, penyakit paru-paru kronis, Serta dapat mempengaruhi emosional. Oleh karena itu, kondisi ini bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal.

Apa Penyebab Kelahiran Prematur?

Apa penyebab kelahiran prematur?Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi pada tiga minggu atau lebih sebelum waktu kelahiran normal. Pada kondisi normal, kelahiran akan terjadi setelah kandungan berusia 40 minggu. Dengan kata lain, bisa disebut kelahiran prematur apabila kelahiran itu terjadi pada minggu ke-37 kehamilan atau lebih awal.

Minggu-minggu terakhir kehamilan merupakan saat paling penting untuk proses pertumbuhan janin, khususnya otak dan paru-paru. Oleh sebab itu, bayi yang lahir prematur cenderung lebih mengalami gangguan medis yang serius dan harus dirawat di rumah sakit lebih lama dari bayi yang lahir dengan normal.

Berapakah Waktu Untuk Menunda Kelahiran Prematur?

Kelahiran prematur dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan bahkan fatal bagi bayi, terutama bila hal ini terjadi sangat awal. Janin yang lahir sebelum 23 minggu tidak dapat bertahan hidup di luar rahim ibu. Bayi yang lahir sebelum 25 minggu memiliki risiko yang sangat tinggi dari masalah jangka panjang, termasuk ketidakmampuan belajar dan masalah neurologis. Sekitar 20 persen dari bayi-bayi ini memiliki cacat lahir parah.

Beberapa bayi prematur mungkin memiliki masalah pernapasan. Prematuritas juga menempatkan bayi pada risiko yang lebih besar untuk pendarahan otak. Sistem saraf, saluran pencernaan, dan organ lainnya juga mungkin akan terpengaruh. Bayi prematur lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit kuning, serta mungkin mengalami kesulitan makan dan mempertahankan suhu tubuh mereka.

Kebanyakan bayi prematur pada umumnya lahir antara 34 dan 37 minggu. Tumbuh kembang bayi prematur tumbuh lebih lambat dari bayi yang lahir tepat waktu. Jika “bayi prematur akhir” ini tidak memiliki masalah kesehatan lainnya saat lahir, kualitas hidup mereka umumnya akan lebih baik daripada mereka yang lahir jauh lebih cepat. Tapi, mereka masih menghadapi risiko masalah kesehatan yang bisa berlanjut seiring ia tumbuh besar dibanding bayi yang lahir tepat waktu, termasuk autisme, cacat intelektual, cerebral palsy, masalah paru-paru, dan hilangnya penglihatan dan pendengaran.

Secara umum, semakin matang usia bayi saat lahir akan lebih baik peluang untuk hidup dan sehat. Kemampuan janin untuk bertahan hidup di luar rahim meningkat secara drastis di antara 24 dan 28 minggu, dari sekitar 50 persen pada awal minggu ke-24 menjadi lebih dari 80 persen empat minggu kemudian. Sebuah studi terbitan jurnal Obstetrics & Gynecology, dilansir dari Time menunjukkan bahwa tingkat kematian bayi prematur dapat menurun hingga setengahnya apabila persalinan bisa ditunda sampai usia kehamilan setidaknya 39 minggu.

Lalu, Bagaimana Upaya Pencegahan Kelahiran Prematur?

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai penanganan kelahiran prematur, ketahui dulu untuk cara pencegahannya. Selama ini, penyebab kelahiran prematur seringkali tidak diketahui secara pasti. Namun, para wanita bisa mengurangi risiko kelahiran prematur dengan langkah pencegahan di bawah ini:

Menjalani diet sehat sebelum hamil. Mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan protein, buah-buahan, dan biji-bijian sebelum hamil cukup efektif untuk mengurangi risiko terjadinya kelahiran prematur.

Memperbanyak suplemen kalsium. Mengonsumsi suplemen kalsium sebanyak 1000 mg atau lebih perhari bisa mengurangi risiko kelahiran prematur dan preeklamsia (salah satu komplikasi kehamilan).

Mengonsumsi aspirin dengan dosis rendah. Untuk mengurangi risiko kelahiran prematur, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi aspirin dengan dosis 60-80 mg mulai akhir trimester pertama kehamilan. Cara ini digunakan untuk ibu hamil dengan riwayat kelahiran prematur, preeklamsia, serta wanita hamil dengan tekanan darah tinggi.

Jauhkan diri dari paparan bahan kimia. Benda-benda yang mengandung bahan kimia yang dimaksud di sini contohnya plastik, makanan kaleng, kosmetik, cat kuku dan semprotan rambut (hair spray).

 

Baca Juga :

Ingin Segera Hamil ? Inilah 5 Konsumsi Makanan Yang Baik Untuk Kesuburan Kandungan

Pentingnya Penggunaan Vaksin Yang Disarankan Untuk Program Kehamilan

Bisakah Memiliki Keturunan Setelah Menjalani Pengobatan Kanker Serviks ?

Comments