fbpx

6 Penyebab Dada Terasa Nyeri Saat Hamil, Serta Tips Untuk Mencegahnya

6 Penyebab Dada Terasa Nyeri Saat Hamil, Serta Tips Untuk Mencegahnya
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Selama menjalani kehamilan, tubuh akan mengalami banyak perubahan. Bahkan perubahan yang terjadi terasa sangat tidak nyaman, salah satunya seperti dada yang sering terasa nyeri selama kehamilan.

Banyak ibu hamil mengalami nyeri dada yang bisa disebabkan oleh berbagai hal. Dikutip dari momjunction.com, ketika nyeri dada yang dirasakan disertai dengan adanya sesak napas dan lengan yang terasa mati rasa. Maka, sebaiknya ibu hamil untuk segera menghubungi dokter. Oleh karena itu, secara umum penyebab dada terasa nyeri selama kehamilan bisa dikarenakan hal berikut.

Penyebab nyeri dada selama kehamilan

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab nyeri dada selama kehamilan :

1. Gangguan pencernaan.

Makanan yang mengandung gas, pedas, atau yang tidak cocok dengan kondisi perut Anda kadang bisa menimbulkan gangguan pencernaan. Gas yang dihasilkan oleh makanan akan naik dan berada di antara bagian dada dan perut, yakni ulu hati. Rasa nyeri dan tidak nyaman biasanya bisa naik sampai ke dada.

2. Heartburn.

Heartburn adalah sensasi perih atau panas di bagian dada karena asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Masalah pencernaan ini biasanya disebabkan oleh makanan tertentu. Namun saat hamil, kadar hormon progesteron meningkat sehingga melebarkan dan melemaskan otot kerongkongan. Hal inilah yang membuat asam lambung mudah kembali naik ke kerongkongan.

3. Perubahan ukuran payudara.

Banyak perubahan yang akan Anda alami selama masa kehamilan, satu diantaranya adalah ukuran payudara yang semakin membesar. Ini bisa berdampak pada munculnya sesak napas atau nyeri dada akibat ketegangan otot dan sendi di bagian dada.

4. Pelebaran tulang rusuk.

Selama kehamilan berlangsung, tulang rusuk akan melebar sehingga membuat otot-otot di dada menjadi renggang. Tekanan pada diafragma, tulang rusuk, serta otot pada dada yang kemudian menimbulkan rasa nyeri dan sesak napas. Hal ini akan terus berlanjut seiring semakin berkembangnya bayi dalam kandungan.

Baca juga:  Berpuasa Saat Hamil ? Inilah Panduan Puasa yang Aman Untuk Ibu Hamil

5. Serangan jantung.

Dada sakit yang rasanya seperti tertimpa benda berat, terutama apabila terjadi di sebelah kiri, merupakan salah satu pertanda serangan jantung saat hamil.

Biasanya serangan jantung saat hamil akan disertai oleh adanya gejala lain seperti pusing, sesak napas, mati rasa di beberapa anggota tubuh, serta keringat dingin.

6. Deep vein thrombosis (DVT).

Deep vein thrombosis atau trombosit vena dalam adalah istilah medis untuk menggambarkan adanya gumpalan darah di pembuluh darah vena. Kehamilan biasanya akan meningkatkan risiko gumpalan pembuluh darah yang terletak di panggul dan kaki.

Gumpalan darah ini bisa menjalar di dalam tubuh hingga mencapai dada. Oleh sebab itu, Anda akan merasakan nyeri dada ketika bernapas, detak jantung cepat, sesak napas, hingga batuk berdarah.

Cara mencegah nyeri dada selama kehamilan

Untuk mencegah nyeri dada saat hamil dengan melakukan tips berikut ini.

  • Menghindari stres.
  • Beristirahat cukup yaitu 7-8 jam sehari.
  • Saat tidur, posisikan tubuh miring ke sisi yang tidak nyeri.
  • Menghentikan konsumsi rokok dan minum alkohol.
  • Mengompres dada yang nyeri dengan menggunakan handuk air hangat.
  • Makan secara teratur dengan porsi sedikit namun intensitas sering.
  • Jangan mengonsumsi makanan terlalu pedas, terlalu asam, berkafein, dan bersantan terlalu sering.

Kapan harus ke dokter?

Dalam beberapa kasus, nyeri dada selama kehamilan dapat menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres dengan tubuh Anda. Hanya saja, Anda tidak bisa serta-merta langsung menebak apakah kondisi ini termasuk wajar atau tidak sebelum Anda mengetahui apa penyebab yang mendasarinya.

Maka, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter tentang apa saja yang Anda rasakan selama kehamilan. Apalagi jika rasa sakit pada dada saat hamil tak kunjung membaik, bahkan malah bisa saja nantinya jadi semakin memburuk setiap hari.

Baca juga:  Mengalami Insomnia di Masa Awal Kehamilan? Inilah 5 Cara Mudah Mengatasinya

Dokter dapat memastikan apakah penyebabnya perlu perawatan lebih lanjut agar tidak semakin mengkhawatirkan. Jika diperlukan, Anda juga akan diberi obat untuk mengurangi rasa nyeri yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda dan juga aman bagi bayi.

 

Baca Juga :

5 Tips Ampuh Atasi Stress Untuk Ibu Hamil

Manfaat Mendengarkan Musik Klasik Untuk Ibu Hamil dan Bayi Saat Dalam Kandungan

Manfaat Berkebun Saat Hamil, Serta Hal yang Harus Diperhatikan

Comments