RKpx 4227 : 0 - 0 - 0 - 0 Gairah Seks Saat Hamil Menurun, Kenapa? | Rahasia Kesuburan

Gairah Seks Bunda Berkurang Saat Hamil, Kenapa?

gairah-seks-bunda-menurun-saat-hamil-kenapa
Bagikan via Whatsapp!

Rahasia Kesuburan -

Pernahkah Bunda berpikir bahwa hubungan intim dengan suami tidak boleh dilakukan? Ternyata, melakukan hubungan intim saat hamil sangat bermanfaat sebagai bagian dari persiapan bagi otot-otot panggul. Karena itu, bunda dan suami tidak perlu takut dan khawatir untuk berhubungan intim.

Di samping itu, apakah Bunda  pernah merasa bahwa gairah seks saat hamil menurun? Akibatnya Bunda dan pasangan menjadi bingung. Kira-kira apa penyebabnya ya? Gairah seks saat hamil menurun pada dasarnya juga bisa dipengaruhi oleh 2 faktor kondisi, yakni fisik dan psikologis. Menurut Eisenberg, terdapat peningkatan sebanyak 41% wanita yang tidak mengalami kenikmatan dalam berhubungan intim pada minggu ke-12 usia kehamilan. Jika Bunda dan pasangan heran mengapa gairah seksual menurun saat hamil, maka Bunda berada di laman yang tepat! Semua ada penjelasannya, lho. Simak sampai akhir ya, Bunda!

Perubahan hasrat didasari oleh kehamilan dalam berbagai trisemester

alasan-mengapa-gairah-seks-bunda-menurun

Pada saat ukuran uterus semakin bertambah, yang dirasakan oleh wanita yakni rasa tidak nyaman dan kesulitan dalam melakukan hubungan intim. Biasanya, perubahan gairah seksual tak lepas dari sejauh mana perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada wanita. Perbedaan dorongan gairah seksual didasari oleh kehamilan pada beberapa trisemester karena wanita memiliki gairah seksual yang berbeda-beda setiap trisemester.

1. Gairah seks saat hamil: Kehamilan trisemester I

Pada trisemester I, gairah seksual Bunda akan menurun dikarenakan mengalami mual, muntah, pusing, dan rasa lelah. Hal inilah yang membuat libido Bunda menurun. Ditambah lagi Bunda akan semakin sering buang air kecil dan beberapa wanita meyakini bahwa keadaan tersebut akan memperburuk kondisi yang sudah ada.

2. Gairah seks saat hamil: Kehamilan trisemester II

Pada tahap kehamilan trisemester II ini, 80% gairah seksual Bunda akan meningkat. Selain karena rasa mual, muntah, pusing, dan lelah sudah hilang, tubuh Bunda akan menerima dan terbiasa dengan kondisi kehamilan, sehingga Bunda akan menikmati aktivitas dan hubungan intim dengan nyaman dan leluasa.

Baca juga:  Ketahuilah 8 Kegiatan Ibu Hamil Yang Dapat Mencerdaskan Sang Bayi

3. Gairah seks saat hamil: Kehamilan trisemester III

Gairah seks Bunda akan menurun kembali karena rasa pegal pada punggung dan pinggul, nafas terasa lebih sesak karena janin dalam kandungan semakin membesar dan mendesak dada dan lambung, cairan tubuh meningkat yang mengakibatkan cairan pada vagina juga semakin bertambah sehingga kontak seksual menjadi kurang memuaskan bagi Bunda.

Adapun penjelasan lebih lanjut terkait faktor kondisi psikologis dan fisik juga mempengaruhi perubahan gairah seks Bunda, yakni:

penyebab-gairah-seks-bunda-menurun

Kondisi fisik:

  1. Perubahan bentuk tubuh, seperti: perut buncit, kaki bengkak, dan wajah sembab. Bentuk tubuh yang berubah karena usia kehamilan Bunda yang juga semakin bertambah membuat Bunda tidak percaya diri dalam melakukan hubungan seksual.
  2. Menyempitnya genital yang dapat membuat hubungan intim tidak memuaskan, khususnya pada saat Bunda sedang hamil tua. Karena merasa penuh setelah orgasme pada vagina, hal tersebut dapat mengurangi rasa puas Bunda saat berhubungan intim dengan suami.
  3. Pada akhir kehamilan, beberapa wanita mengalami kebocoran kolostrum karena adanya rangsangan seksual payudara.
  4. Perubahan cairan vagina yang terlalu basah dan licin sehingga pasangan sulit mempertahankan ereksi
  5. Pendarahan pada leher rahim (khususnya saat usia kehamilan tua tiba) dapat terjadi karena penetrasi yang terlalu dalam. Pendarahan dapat terjadi karena saat mengandung, leher rahim berubah menjadi sempit dan lebih lunak.

Kondisi Psikologis:

Selain kondisi fisik, terdapat juga kondisi psikologis yang menyebabkan gairah seksual Bunda berkurang saat hamil.

  1. Rasa takut jika berhubungan intim, maka akan menyakiti janin.
  2. Informasi jika melakukan hubungan intim pada 6 minggu terakhir masa kehamilan akan menyebabkan kontraksi pada perut yang mana disebabkan oleh orgasme.
  3. Risiko akan melahirkan bayi secara prematur jika melakukan hubungan intim pada minggu-minggu terakhir kehamilan.
Baca juga:  Manfaat Prenatal Yoga untuk Ibu Hamil dan Saat Proses Persalinan

Jadi, berhubungan intim tetap boleh dilakukan oleh Bunda dan pasangan selagi tidak memiliki riwayat keguguran yang berulang, mulut rahim yang gampang terbuka, plasenta previa, varises vagina yang luas ketika hamil, atau jika suami memiliki penyakit yang dapat menular melalui hubungan intim.  Menurut Wimpie Pangkahila, seorang ahli andrologi dan seksologi, hubungan intim tetap boleh dilakukan oleh pasangan suami istri selama kehamilan oleh wanita. Tetapi, pada 3 bulan pertama kehamilan, frekuensi berhubungan intim harus dikurangi dari biasanya. Jika dipaksakan, maka bisa saja terjadi keguguran spontan.

Baca Juga:

  1. Lebih dari 50 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Kehamilan

  2. Usia Kehamilan Memasuki 6 Bulan? Lakukan 4 Hal Ini!

  3. Inilah Cara Untuk Mencegah Kehamilan Prematur

  4. Waspadai, Tanda-Tanda Bahaya Di Kehamilan Tri-mester Ketiga