RKpx 389 : 0 - 0 - 0 - 0 Benarkah, Bartholinitis Dapat Mengganggu Kesuburan Pada Wanita ?

Benarkah, Bartholinis Dapat Mengganggu Kesuburan Pada Wanita ?

Benarkah Bartholinis Dapat Mengganggu Kesuburan Pada Wanita
Bagikan via Whatsapp!
Rahasia Kesuburan -

Salah satu penyebab dari tingginya angka kematian wanita dewasa di Indonesia adalah infeksi. Infeksi yang terjadi biasanya menyerang pada sistem reproduksi, contohnya adalah penyakit kista.

Penyakit kista yang paling sering di temukan adalah Kista Bartholinis. Kista ini merupakan masalah yang terbanyak di temukan pada wanita usia reproduktif. Usia tersering timbulnya Kista Bartholini adalah 20-30 tahun, yang merupakan insiden tertinggi dimana kurang dari 2 % perempuan dapat mengalami kista atau abses Bartholini pada suatu periode kehidupannya.

Pada umumnya penyakit ini bersifat asimtomatis atau tidak menimbulkan adanya gejala, namun pada kondisi tertentu dapat memberikan keluhan berupa nyeri hingga gangguan dalam beraktivitas. Abses Bartholin dikenal juga sebagai Bartholinitis. Yuk kita cari tahu tantang apa itu Bartholinitis, gejala, penyebab dan penanganan pada penyakit ini !

Apa itu Bartholinitis?

Sebelum kita tahu apa itu bartholinitis, kita sebaiknya mengenal terlebih dahulu kelenjar bartholin. Kelenjar Bartholin atau the greater vestibular glands merupakan kelenjar pada perempuan yang homolog dengan kelenjar Cowper pada laki-laki. Bartholin berbentuk seperti sepasang kelenjar kecil yang berukuran 0,5 cm dan terdapat di labia minor (vulva). Kelenjar ini kecil sehingga tidak mudah terdeteksi oleh tangan maupun mata.

Kelenjar Bartholin mulai aktif pada wanita yang memasuki masa pubertas, dimana kelenjar bartholin berfungsi untuk memberikan kelembaban mukosa miss v dengan mengeluarkan cairan yang berperan sebagai pelumas saat berhubungan intim.

Bartholinitis adalah infeksi pada kelenjar bartholin atau bartholinitis yang dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin bagian luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai dengan adanya demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang semakin memerah. Tetapi, kondisi ini harus dibedakan dengan kista bartholin, umumnya terjadi akibat penyumbatan pada kelenjar tersebut. Namun, bila kista bartholin terinfeksi, dapat menyebabkan terjadinya abses bartholin (bartholinitis). Pertumbuhan kista sangat pelan awalnya hanya berukuran kecil tapi apabila tidak dilakukan pengobatan secara cepat dan tepat dapat mengakibatkan keganasan berupa kanker.

Baca juga:  Mitos vs Fakta : Apakah Maca Tonik Dapat Menyeimbangkan Hormonal Dan Kesuburan Pria?

Bagaimana Mekanisme Pada Penyakit Ini Sehingga Seseorang Bisa Terkena Bartholinitis :

  1. Pada vulva perubahan warna kulit,membengkak,timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekanan.
  2. Kelenjar bartholin membengkak,terasa nyeri sekali bila penderita pada saat berjalan atau duduk, juga dapat disertai dengan demam
  3. Lama kelamaan cairan memenuhi kantong kelenjar sehingga disebut sebagai kista (kantong berisi cairan). “Kuman” dalam miss v bisa menginfeksi salah satu kelenjar bartholin hingga tersumbat dan membengkak. Jika tak ada infeksi, tidak akan menimbulkan keluhan.
  4. Keberadaan kista Bartholin yang tidak terinfeksi biasa berbentuk benjolan tanpa rasa sakit dan dapat teraba lunak.
  5. Kista bisa saja baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan rutin pada daerah panggul.
  6. Kebanyakan wanita dengan penderita ini datang ke dokter dengan keluhan keputihan dan rasa gatal, rasa sakit saat berhubungan intim dengan pasangan, rasa sakit saat buang air kecil, atau ada benjolan di sekitar alat kelamin.
  7. Terdapat abses pada daerah kelamin.
  8. Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan bercampur dengan darah.

Bagaimana penyebab seseorang bisa terkena bartholinis ?

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, penyebab utama dari penyakit bartholin ini adalah adanya infeksi. Beberapa studi menunjukkan mayoritas bakteri penyebab bartholinitis adalah Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis. Bakteri tersebut menyebabkan penyakit Bartholinitis ini sering dikaitkan dengan infeksi menular.

Namun, belakangan ini bakteri lain yang bukan berasal dari penularan bercinta, misalnya Staphylococcus species, Streptococcus species, serta yang paling sering saat ini ada Escherichia coli yang diduga dapat juga menyebabkan penyakit ini. Terdapat juga etiologi lain seperti virus (HPV) dan jamur (Candida albican). Selain itu, saat ini perlu juga dipertimbangkan faktor higienitas dari area kewanitaan dan anus sebagai faktor risiko terjadinya infeksi di kelenjar bartholin. 

Apakah bartholinitis dapat mempengaruhi kesuburan ?

Tidak, Karena posisi kelenjar barhtolin jauh dari organ reproduksi wanita seperti ovarium dan rahim, pada dasarnya kista tidak akan mengganggu kesuburan anda.

Baca juga:  Infeksi Saluran Kencing, Inilah Penyebab dan Solusinya!

Komplikasi

Adanya berbagai macam komplikasi yang dapat dialami oleh pasien dengan bartholinitis yang tidak tertangani dapat bersifat lokal atau sistemik.

Komplikasi lokal misalnya terjadi skar (bekas luka) yang tidak dapat hilang. Meskipun terbilang jarang, pada beberapa kasus dapat terjadi necrotizing fasciitis pasca drainase abses. Sedangkan, komplikasi sistemik yang dapat terjadi ialah terjadinya rekurensi atau infeksi yang berulang serta dapat terjadi infeksi berat seperti peradangan pada miss v, panggul dan sampai menyebabkan toxic shock syndrome.

Upaya Pencegahan bartholinis.

Untuk mencegah terjadinya infeksi dan peradangan pada kelenjar bartholin atau area miss v, dapat dilakukan hal sebagai berikut :

  • Membersihkan alat kelamin setelah berhubungan intim.
  • Membersihkan diri, khususnya setelah buang air besar dengan gerakan membasuh dari depan ke belakang.
  • Menggunakan toilet umum dengan hati-hati.
  • Memeriksakan diri ke dokter bila terdapat keputihan yang lama dan mengganggu.
  • Hindari memakai celana ketat karena akan meningkatkan kelembapan.
  • Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

 

Baca Juga : 

Hal Yang Perlu Anda Ketahui Perbedaan Miom Dan Kista, Serta Cara Menanganinya

Tips Berhubungan Intim Yang Sehat Agar Lebih Menyenangkan !

Waspada, Kenali Tanda-Tanda Keputihan Yang Tidak Normal Bagi Wanita

Comments
1. Naluri ke ibuan menjadi lebih peka

Seorang ahli gizi lulusan tahun 2008. Lewat artikel, senang membantu mereka yang sedang mengatasi masalah kesehatannya.