RKpx 4162 : 0 - 0 - 0 - 0 Alergi pada Vagina? Hal-hal Ini Pemicunya! | Rahasia Kesuburan

Alergi pada Area Vagina Karena Pembalut? Ini Pemicunya!

alergi-pada-area-vagina-karena-pembalut-ini-dia-pemicunya
Bagikan via Whatsapp!

Rahasia Kesuburan -

Pembalut merupakan hal yang dibutuhkan wanita dikala menstruasi. Penggunaan pembalut yakni untuk menampung dan menyerap darah saat haid tiba. Pembalut yang baik adalah pembalut yang dapat memberikan kenyamanan untuk beraktivitas walaupun sedang datang bulan. Banyak merek produk pembalut beredar di pasaran, wanita pun selalu mencoba untuk mencari pembalut dengan kualitas terbaik.

Pembalut memang sangat bermanfaat bagi wanita yang sedang menstruasi, namun nyatanya, pembalut juga bisa menjadi penyebab munculnya alergi pada vagina (miss V) nih, Sobat RK! Simak informasi lengkapnya di bawah ini ya.

Bagaimana bisa pembalut memunculkan alergi pada vagina?

Munculnya alergi pada vagina bisa disebabkan oleh 2 faktor, seperti:

1. Pembalut yang menggunakan bahan-bahan penyusun berbahaya

cara-mencegah-alergi-pada-vagina-memilih-pembalut-yang-tepat

Bahan-bahan dari pembalut yang dapat membahayakan kesehatan organ intim wanita adalah pembalut yang mengandung:

  • Dioksin (pemutih) yang dibuat dari bahan baku daur ulang.  Akibatnya, hal tersebut dapat mengganggu hormonal, endometriosis, membuat kekebalan tubuh jadi berkurang, bahkan menyebabkan kanker serviks dan payudara.
  • Klorin dengan rentang 5-55 ppm yang memunculkan keputihan tidak normal atau berlebih, gatal-gatal, iritasi, dan risiko kanker.
  • Pembalut yang mengandung plastik dan parfum.
  • Zat perekat pada pembalut yang mengandung Methyldibromo Glutaronitrile atau kepanjangan dari MDBGN. Jika MDBGN adalah penyebabnya, maka kamu akan mengalami dermatitis kontak alergi.

2. Kebiasaan-kebiasaan buruk yang suka dilakukan oleh wanita pada saat menstruasi

  • Memakai pembalut yang telah lama di simpan berbulan-bulan di dalam tas. Walaupun kemasan luar pembalut masih sangat bagus dan belum rusak, namun tahukah kamu bahwa pembalut dapat menyerap kotoran sekitarnya? Apalagi jika kamu memang jarang membersihkan dan menjaga kebersihan tasmu. Jika kamu memakai pembalut yang sudah lama di simpan di dalam tas, maka pasti akan menimbulkan alergi pada vagina.
  • Rata-rata wanita menggunakan pembalut lebih dari 5 jam. Penggunaan pembalut yang seperti ini akan membuat area vagina jadi lembap karena darah menstruasi yang mengandung banyak kuman dan biasanya akan berkembang biak dalam 2 jam pertama, ditandai munculnya bau. Bukan hanya memunculkan alergi saja, namun juga bisa meningkatkan risiko infeksi pada organ intim dan kanker serviks. Kamu harus mengganti pembalut setiap 3-4 jam setiap hari apalagi jika darah yang dikeluarkan sedang deras atau banyak.
  • Tidak membersihkan vagina setelah mengganti pembalut. Kebiasaan ini harus dibuang jauh-jauh ya, Sobat RK! Jika kamu malas menjaga kebersihan vagina, apalagi pada saat menstruasi, maka bakteri akan berkembang. Cukup bersihkan dengan air dan pastikan sudah tidak ada bekas darah menstruasi yang menempel di area vulva atau luar vagina. Perlu kamu ingat bahwa kamu tidak perlu membersihkan vagina menggunakan sabun cair yang mengandung bahan kimia karena dapat menyebabkan iritasi atau alergi.
Baca juga:  Waspada Inilah 5 Gangguan Sistem Reproduksi Pada Wanita

Apa saja gejala yang dialami jika terjadi alergi pada vagina?

 kebiasaan-kebiasaan-buruk-yang-mempengaruhi-munculnya-alergi-pada-vagina

Umumnya ini adalah beberapa gejala yang biasanya akan kamu rasakan pada saat mengalami alergi pada vagina

  1. Muncul benjolan atau bentol pada vagina pada saat menstruasi dan memakai pembalut
  2. Gatal di area organ intim yang biasanya akan menjalar sampai anus
  3. Muncul peradangan dan kemerahan pada selangkangan
  4. Vagina mengeluarkan cairan berwarna keruh dan berbau tidak sedap
  5. Muncul rasa nyeri bersamaan dengan perasaan terbakar, bahkan tidak nyaman
  6. Pusing dan lemas sebagai gejala sistemik

Untuk mengatasi alergi pada vagina, kamu bisa membersihkan vagina dan mengompresnya dengan air hangat jika terjadi peradangan. Kedua, jangan menggunakan salep atau cairan pembersih vagina yang tidak diketahui. Akan jauh lebih baik jika kamu mengonsultasikannya dengan dokter terlebih dahulu. Ketiga, pilihlah pembalut yang tidak mengandung bahan-bahan berbahaya bagi organ intim alergi tidak terjadi lagi pada vagina.

Mulai sekarang, rawat dan jagalah kesehatan organ intimmu ya, Sobat RK!

Baca juga:

  1. Vagina Sering Iritasi Saat Menstruasi, Kenapa ya?
  2. Mengenal Perbedaan Darah Menstruasi dan Nifas
Comments